Linikaltim.id. NASIONAL. Rocky Gerung lahir di Manado pada 20 Januari 1959. Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari bidang filsafat.
Ia kemudian mengajar di Departemen Ilmu Filsafat UI hingga 2015. Dalam perjalanan akademiknya, Rocky mengajar antara lain Filsafat Politik, Teori Keadilan dan Metode Penelitian Filsafat. Ia juga tercatat pernah mengajar di Lemhanas dan memberikan materi kepada kalangan TNI dan Polri.
Di luar dunia akademik, Rocky ikut mendirikan Setara Institute pada 2005 dan kemudian semakin dikenal publik sebagai komentator serta pengamat politik.
Namanya semakin populer melalui berbagai forum diskusi dan televisi, sebelum kemudian membangun kanal digital Rocky Gerung Official.
Kontroversi Rocky Gerung
Karier publik Rocky tidak pernah jauh dari perdebatan. Salah satu kontroversi terbesar terjadi pada 2018 ketika pernyataannya mengenai “kitab suci adalah fiksi” memicu kecaman dan pelaporan ke polisi.
Rocky kemudian menjelaskan bahwa ia membedakan istilah fiksi dengan fiktif. Menurut penjelasannya, fiksi berkaitan dengan imajinasi dan tidak identik dengan kebohongan.
Kontroversi lainnya muncul pada 2023 ketika Rocky mengkritik Presiden RI Joko Widodo saa itu, dan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pernyataan yang memuat istilah kasar terhadap Jokowi memicu banyak laporan ke polisi dari sejumlah pihak.
Dua kasus tersebut memperlihatkan pola yang selama ini melekat pada Rocky: pernyataan filosofis dan kritik politiknya kerap memicu perdebatan luas, termasuk laporan hukum.
Dilantik Wantimpres
Rocky gerung dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jumat (2/10/2026).
Masuknya Rocky ke Wantimpres menghadirkan babak baru dalam perjalanan politiknya.
Sebelumnya ia berada di luar struktur pemerintahan dan dikenal sebagai pengamat yang bebas mengkritik kebijakan penguasa.
Kini, ia menjadi bagian dari lembaga negara yang secara resmi bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Rocky sendiri menyatakan fungsi Wantimpres bukan sekadar memberikan dukungan kepada pemerintah, tetapi juga memberikan masukan dan kritik terhadap kebijakan.
Dengan demikian, perhatian publik kini bergeser pada satu pertanyaan: seberapa jauh gaya kritik Rocky akan tetap terdengar ketika ia berada di dalam lingkar kekuasaan? (*)

