Satu Dekade Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS), Pendonor Membeludak

Petugas megumpulkan darah untuk segera disimpan dan dikirim ke Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda. Ada 600 orang di satu jam pertama yang mengisi formulir di acara Bubuhan Donor Darah Samarinda, Minggu (10/5/2026). (Foto : Hermina).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Antusiasme pendonor di acara satu dasawarsa Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS) melebihi ekspektasi. Kurang satu jam pendaftaran panitia sudah menutup registrasi. Pasalnya sudah 600 lembar formulir terisi.

Pendiri BDDS Wiyanto Lesmana mengatakan, ada sekitar 30 lebih sponsorship yang terlibat di acara 10 tahun  BDDS. “Tahun ini membeludak, lebih banyak dari tahun lalu. Target kami 500 pendonor di acara ini,” ujar Wiyanto Lesmana, di City Centrum Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Bacaan Lainnya
Pendiri BDDS – Wiyanto Lesmana.

Dia berharap di satu dasawarsa BDDS semakin bertumbuh. Menjadi wadah yang mampu mengkoneksikan antara kebutuhan darah dan pendonor. Sehingga saat ada pasien butuh darah, tidak perlu kesana kemari mengirim pesan siar lagi.

Saat ini ada 70 relawan aktif dengan sekitar 10ribu anggota BDDS. Untuk pendonor, kata Wiyanto, memang didominasi pria. Sebab pendonor perempuan biasanya sering terkendala HB rendah atau tekanan darah yang kurang.

Sebagai kilas balik, Wiyanto mendirikan BDDS bersama rekannya Budi Hariyanto atas dasar dorongan sosial. Mereka melihat kebutuhan darah di Samarinda yang kerap kosong. Terutama, jika jumlah darah yang dibutuhkan, tidak terpenuhi dari pendonor yang ada. Misal, dalam kasus, satu pasien butuh 10 kantong darah. Sementara pendonor yang ada belum masuk jadwal untuk berdonor.

Bagi pendonor darah beruntung tahun ini, hadiah berupa logam mulia 1 gram, 0,5 gram, dan 0,025 gram yang diundi. Adapula voucher hotel, kompor gas, kipas. Pendonor juga mendapat bingkisan lain berupa snack, wadah makan, serum, bunga segar, sepaket bingkisan dari Maxim aplikasi ojek online, dan masih banyak lagi.

Dalam pembukaan hadir Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri yang memotong tumpeng tanda acara diresmikan. Sefuddin juga turut berdonor di acara tersebut. (*)