Linikaltim.id. SAMARINDA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mulai memanfaatkan air void bekas tambang sebagai langkah penanganan bencana kekeringan.
Penggunaan air void untuk menyelamatkan ratusan hektare (ha) lahan pertanian yang terdampak kemarau.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah gagal tanam di sejumlah kawasan pertanian di Samarinda.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, mengungkapkan berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, sekitar 654 hektare lahan pertanian di Samarinda mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami gagal tanam.
“Yang dimaksud gagal tanam adalah seharusnya awal September petani sudah mulai mengolah dan menanam, tetapi tertunda karena tidak ada pasokan air,” jelasnya Selasa (15/09/2026) dalam rapat dengar pendapat di Kantor DPRD Samarinda.
Soal keamanan, Suwarso membeberkan hasil pengujian menunjukkan air void layak digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian, meski belum diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga.
“Sejauh ini kami sudah berhasil menyelamatkan sekitar 207 hektare lahan pertanian melalui suplai air dari void tambang,” kata Suwarso.
Ia merinci lahan yang telah mendapatkan suplai air berada di sejumlah wilayah. Di antaranya Makroman seluas sekitar 42 hektare, serta kawasan Serayu, Betapus, Bekuan, dan Bentuas yang juga mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Menurut Suwarso, BPBD juga menyiapkan dua unit mesin pompa berkapasitas besar untuk membantu penyaluran air ke lokasi-lokasi pertanian yang masih membutuhkan pasokan. Distribusi pompa akan dilakukan berdasarkan koordinasi dengan kelompok tani melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Pompa ini akan segera kami salurkan ke lokasi yang paling membutuhkan agar suplai air bisa lebih cepat menjangkau lahan pertanian yang terdampak,” ujarnya.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Deni Hakim Anwar menambahkan bahwa, pemanfaatan air void menjadi salah satu langkah tepat yang telah dijalankan pemerintah. Ini membantu kebutuhan irigasi lahan pertanian, khususnya di Kecamatan Makroman.
Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif. (*)


