Linikaltim.id. TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin terus menunjukkan komitmen memperkuat kemandirian ekonomi daerah mulai dari lapisan paling bawah: Rukun Tetangga (RT).
Melalui program RT-KU Terbaik, Pemkab Kukar berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana publik hingga ke tingkat masyarakat terkecil agar pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tetapi benar-benar dirasakan oleh warga desa dan kelurahan.
Program ini merupakan pengembangan dari skema bantuan keuangan RT yang sebelumnya bernilai Rp50 juta per RT, kini ditingkatkan menjadi Rp150 juta per RT. Aulia menegaskan, peningkatan nilai tersebut bukan sekadar penambahan anggaran, tetapi bentuk investasi sosial untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Program RT-KU Terbaik menyasar hal-hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Aulia belum lama ini.
Ia menjelaskan, program ini didesain untuk menjawab berbagai kebutuhan sosial-ekonomi warga. Di antaranya, membantu keluarga miskin, mendukung anak-anak agar tidak putus sekolah, memperkuat kegiatan pendidikan, hingga membuka ruang bagi kegiatan produktif dan ekonomi lokal.
“Tahap awal dari program ini adalah penguatan data. Kita ingin baseline data benar-benar ada di tingkat RT, dan kita intervensi melalui program ini,” tegas Aulia.
Dalam konsep RT-KU Terbaik, setiap RT diberikan keleluasaan untuk mengelola dana sesuai kebutuhan wilayahnya, baik untuk perbaikan lingkungan, sarana kebersihan, bantuan sosial warga sakit, penguatan keamanan lingkungan, maupun kegiatan PKK, Karang Taruna, dan keagamaan.
Program ini juga membuka peluang pembinaan ekonomi kreatif melalui pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha kelompok.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan rancangan teknis dan payung hukum agar implementasi RT-KU Terbaik berjalan efektif dan transparan mulai tahun 2026.
“Kami ingin mendorong percepatan realisasi anggaran, agar di awal tahun anggaran nanti bantuan keuangan sudah bisa direalisasikan. Dengan begitu, teman-teman RT dapat segera melaksanakan kegiatan sesuai rencana,” ungkapnya.
Arianto menambahkan, Pemkab juga tengah menyusun mekanisme pelaporan keuangan yang lebih sederhana, transparan, dan terverifikasi agar pengurus RT mudah mempertanggungjawabkan setiap kegiatan.
“Nantinya semua usulan dari warga akan kami tampung dan sinkronkan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami ingin program ini benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kukar,” pungkasnya.
Melalui RT-KU Terbaik, Aulia–Rendi menegaskan arah pembangunan Kukar yang berorientasi pada pemerataan ekonomi. Program ini diharapkan menjadi instrumen fiskal baru yang memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus meneguhkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik. (Adv/DPMD Kukar)
