Linikaltim.id. SAMARINDA. Mencuatnya biaya laundry Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud sebesar Rp 450 juta untuk 2026 diungkap pertama kali melalui media siber Niaga.Asia.
Niaga.Asia menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau Nemesis Assai (AI Audit Pengadaan Indonesia). Menurut kesimpulan AI, belanja natura dan pakan natura (makanan/sembako) di rumah jabatan kepala daerah selama 1 tahun sebesar Rp3,842 miliar. Ini menimbukan indikasi kuat pemborosan dan ketidakpatutan penggunaan dana publik.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menyebut, anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk mencuci pakaian. Melainkan, dana yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan laundry di lingkungan rumah jabatan.
Astri membeberkan, nama atau nomenklatur di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) adalah belanja dan cuci (laundry) kepala daerah. Padahal, lanjut, Astri anggaran itu meliputi berbagai kebutuhan lain.
“Anggaran itu digunakan untuk mencuci berbagai perlengkapan, seperti karpet, gorden, bed cover, dan lainnya di enam gedung,” ujar Astri diwawancarai di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada pada Senin (4/5/2026).
Astri mengatakan, efisiensi membuat berbagai kegiatan di hotel ditiadakan. Enam gedung di area gubernuran, kata dia, menjadi jauh lebih padat dengan berbagai kegiatan. Sehingga cuci karpet hingga taplak meja meningkat. (*)






