DPRD Samarinda Dorong Penanganan Banjir Berbasis Masterplan Drainase Terpadu

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda memperkuat perencanaan penanganan banjir melalui masterplan drainase yang terintegrasi.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan saluran drainase yang dilakukan pemerintah benar-benar efektif mengurangi genangan di sejumlah titik rawan banjir.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pembahasan bersama Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR menitikberatkan pada sinkronisasi pembangunan drainase dengan kolam retensi yang telah dibangun pemerintah.

“Kami meminta blueprint atau masterplan drainase Kota Samarinda benar-benar jelas dan terintegrasi. Jangan sampai kolam retensi sudah dibangun, tetapi saluran drainasenya tidak terkoneksi sehingga manfaatnya tidak maksimal,” kata Deni Hakim Anwar,di Kantor DPRD Kota Samarinda, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, DPRD juga mendorong penyusunan roadmap penanganan banjir di titik-titik yang selama ini menjadi langganan genangan. Seperti kawasan Jalan Antasari, Pasundan hingga simpang empat Pemuda. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar penentuan prioritas pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami ingin setiap pembangunan drainase memiliki ukuran efektivitas yang jelas, apakah benar mampu mengurangi debit banjir atau tidak. Itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Dalam catatan perjalanan penanganan banjir, Dinas PUPR memiliki konsep Pengendalian Banjir Kota Samarinda Tahun 2025 dan rencana untuk tahun 2026, dengan pendekatan berbasis wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbagi dalam tiga zona utama.

Hulu. konservasi DAS, pembangunan bendungan/waduk (Waduk Lempake, Bendungan Pampang, Sempaja).

Tengah. Normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi (Vorvo, Air Hitam, Bengkuring), dan pengendalian tata guna lahan.

Hilir. Peningkatan kapasitas drainase dan pengamanan terhadap pasang Sungai Mahakam melalui pembangunan pintu banjir dan pompa Karangmumus.

Pengerjaannya juga dibagi menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang. (adv/dprdsmr)