Viktor Yuan Desak Perda Desa Budaya Pampang

Viktor Yuan, anggota DPRD Samarinda. (Foto dok.)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Upaya memperkuat perlindungan terhadap warisan budaya Suku Dayak kembali mengemuka.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Viktor Yuan, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama DPRD segera menyusun dan menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa Wisata Budaya Pampang.

Bacaan Lainnya

Regulasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Desakan itu disampaikan Viktor saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Desa Wisata Budaya Pampang yang dirangkaikan dengan Festival Budaya Dayak Kenyah, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, Desa Budaya Pampang telah menjadi ikon kebudayaan sekaligus destinasi wisata unggulan Kota Samarinda yang keberadaannya harus dijaga melalui payung hukum yang jelas dan berkelanjutan.

“Pampang harus memiliki payung hukum yang kuat agar keberlanjutannya terjamin,” kata  Viktor Yuan.

Ia mengungkapkan, gagasan pembentukan Perda Desa Budaya Pampang sebenarnya telah disampaikan dalam forum rapat pimpinan DPRD l Samarinda.

Kehadiran regulasi tersebut dinilai penting agar program pelestarian budaya tidak bergantung pada pergantian kepala daerah, melainkan menjadi kebijakan yang wajib dijalankan oleh setiap pemerintahan.

“Kalau sudah menjadi Perda, siapapun kepala daerahnya nanti tetap memiliki kewajiban menjalankannya,” ujarnya.

Menurut Viktor, Perda tidak hanya memberikan kepastian hukum dalam menjaga eksistensi Desa Budaya Pampang, tetapi juga memperkuat dasar pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran, menyusun program, hingga menetapkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan sektor budaya dan pariwisata.

Sebagai Ketua DAD Kaltim sekaligus legislator Kota Samarinda, Viktor menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pembentukan regulasi tersebut hingga benar-benar terwujud.

Ia berharap Desa Budaya Pampang dapat terus berkembang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak Kenyah sekaligus menjadi destinasi wisata budaya yang semakin dikenal secara nasional. (adv/dprdsmr)

Pos terkait