Linikaltim.id. SAMARINDA. Kabar beredar di media sosial bahwa kebakaran di Big Mall Samarinda menelan tiga korban. Kesimpulan tersebut diambil dari video beredar evakuasi korban diangkat dengan tandu.
Nyatanya kebakaran dini hari Selasa (3/6/2025) di mall terbesar di Kalimantan itu zero korban.
Informasi dihimpun media ini di lapangan, bahwa ketiga korban tersebut ditandu karena lemas.
Ketiganya adalah karyawan sebuah butik baju muslimah yang sedang lembur. Salah satu suami kemudian menjemput dan bertemu pengurus BIG Mall saat mendengar kabar kebakaran. Mereka pun segera mendatangi tenant itu bersama tim evakuasi.
Posisi kepulan asap naik ke lantai atas tepat di tempat ketiganya sedang lembur. Jarak pandang dan napas yang sudah terkontaminasi asap membuat ketiganya tak bisa menyelamatkan diri.
Tim evakuasi terpaksa memecah kaca mall yang letaknya sesuai titik jalan keluar tercepat korban di evakuasi. Kemudian masuk melalui jalan tersebut untuk mengevakuasi tiga karyawan itu.
ALAT PENDETEKSI MATI
Smoke detector maupun heat detector mall terbesar itu dibenarkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Hendra AH, tidak berfungsi
Seharusnya, kata dia, sprinkle pecah dan mengeluarkan semburan air jika terjadi seperti ini. Dia pun menyayangkan alat tersebut tidak aktif.
Hendra mengatakan, juga pernah menyampaikan imbauan agar alat tersebut diaktifkan. Namun, belum sempat aktif kejadian kebakaran sudah terjadi duluan.
Setidaknya 9 mobil pemadam dengan 50 personil dikerahkan. Butuh empat jam 30 menit untuk menaklukkan api. (*)

