Linikaltim.id. Kesehatan gigi dan mulut perlu jadi perhatian pasangan suami istri (pasutri) saat merencanakan kehamilan.
Banyak dampak serius bagi janin maupun bayi, jika ibu mengandung dengan kondisi masalah gigi serius. Mulai dari bayi prematur hingga keguguran. Mengingat, mulut merupakan jalan masuk utama asupan gizi dan nutrisi untuk ibu dan bayinya.
Scaling gigi atau membersihkan karang gigi penting untuk mencegah masalah gigi.

“Terjadinya penumpukan plak dan karang gigi pada ibu hamil tentu tidak baik untuk kehamilan,” kata drg Irma Chaerani Halim dari Klinik Gigi Dentistika, Jalan Ahmad Yani I, Samarinda, dalam wawancara media ini beberapa waktu lalu.
Irma mengakui, permasalahan utama kesehatan gigi memang ada pada tingkat kesadaran diri seseorang. Kemajuan pesat informasi saat ini, sepatutnya membuat tingkat kesadaran terhadap kesehatan gigi dan mulut pun meningkat.
Irma menyarankan, pasangan suami istri bisa berkonsultasi tentang gigi sebelum merencanakan kehamilan. Mengingat berbagai tindakan medis tidak bisa dilakukan saat hamil.
Sepengalamannya, kebanyakan pasien ke dokter gigi dalam kondisi hamil dan sudah sakit gigi. “Kalau seperti itu dokter bingung. Untuk tindakan yang tidak menjadi kontra indikasi masih bisa ditangani. Tapi untuk pasien yang harus cabut gigi atau infeksi serius, tindakannya harus koordinasi dengan dokter kandungan,” jelas dokter gigi yang sudah 20 tahun praktik ini.
Irma menuturkan, calon ibu, didukung suami bisa berkonsultasi ke dokter gigi setelah atau sebelum pernikahan.
Mengingat trimester I kehamilan, merupakan masa kehamilan yang sangat rentan. Cabut gigi saat trimester pertama kehamilan sangat dihindari. Karena janin sedang berkembang dengan cepat di trimester I kehamilan. Perkembangan janin ini sangat bergantung dengan kondisi kesehatan ibu.
