Utang Dinkes Samarinda Rp28 Miliar, Sisa Sekitar Rp5 Miliar

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda tercatat memiliki total utang sekitar Rp28 miliar per pertengahan tahun 2025. Namun laporan per Juli 2026 saat ini sebagian besar telah diselesaikan dan tersisa sekitar Rp5 miliar.

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan penyelesaian utang dilakukan sesuai arahan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan untuk memprioritaskan pembayaran kewajiban pada tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, nilai utang Dinkes tidak sebesar sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Namun, pembayaran utang tetap menjadi perhatian agar tidak mengganggu pelaksanaan program pelayanan kesehatan.

Ismed menjelaskan, pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah dan mekanisme yang berlaku. Seluruh proses juga disesuaikan dengan kebijakan pemerintah kota terkait pengelolaan anggaran.

“Totalnya sekitar Rp28 miliar. Sudah terbayar hampir Rp21 miliar, sehingga tinggal sekitar Rp5 miliar lagi,” kata Ismed Kusasih, di kantor DPRD Samarinda (06/07/2026).

Ismed memastikan efisiensi keuangan daerah tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama Dinkes Samarinda.

“Kami memahami kondisi fiskal yang cukup berat. Tetapi di tengah keterbatasan anggaran ini, kami tetap berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain memastikan pelayanan tetap berjalan, Dinkes juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai masukan maupun keluhan terkait layanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah. (*)

Pos terkait