Linikatim.id. SAMARINDA. Upaya penanganan stunting di Samarinda menunjukkan hasil positif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat prevalensi stunting turun dari 20,4 persen menjadi sekitar 17 persen berdasarkan data terbaru yang dimiliki pemerintah daerah (pemda).
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan penurunan tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program intervensi yang dilakukan selama ini berjalan sesuai arah yang diharapkan.
“Alhamdulillah tahun sebelumnya angka stunting sekitar 20,4 persen, sekarang berdasarkan data yang ada sudah turun menjadi sekitar 17 persen,” kata Ismed Kusasih, di kantor DPRD Samarinda (06/07/2026).
Ismed menjelaskan angka tersebut berasal dari data operasional yang digunakan pemda sebagai dasar pelaksanaan program penanganan stunting.
Ia berharap tren penurunan itu dapat terus dipertahankan sehingga Samarinda mampu mencapai target nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Mudah-mudahan capaian ini terus membaik. Yang jelas penanganan stunting di Samarinda saat ini masih berada pada jalur yang benar atau on track,” katanya.
Disinggung soal korelasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ismed belum bisa menjawab keberhasilan menekan angka stunting juga berasal dari MBG.
Menurutnya, dampak program tersebut terhadap penurunan angka stunting belum dapat diukur karena sasaran awal pelaksanaannya masih berfokus pada anak-anak sekolah. Sementara stunting pencegahannya dimulai sejak dalam kandungan hingga 2 tahub. Atau dikenal dengan seribu hari pertama anak.
“Baru sekarang sasaran MBG mulai difokuskan ke kelompok ibu hamil, bayi, dan ibu menyusui. Kalau program ini berjalan optimal, tentu harapannya akan memberikan dampak terhadap penurunan stunting,” bebernya.
Ismed berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat dapat terus diperkuat agar tren penurunan stunting di Samarinda terus berlanjut. (*)
