Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Maswedi, menyiapkan penyaluran air bersih bagi warga di Kelurahan Bayur, Samarinda Utara bagi yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.
Maswedi mengatakan penyaluran air bersih dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda. Bantuan tersebut berupa 5.000 liter air bersih yang didistribusikan setiap dua hari sekali.
Menurutnya, air bersih tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air.
“Warga sekitar rumah saya atau masyarakat di daerah Bayur bisa mengambil air bersih di rumah saya,” kata Maswedi, via telpon, Kamis (24/09/2026).
Ia menjelaskan, air yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pokok, mulai dari memasak, minum, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Maswedi berharap keberadaan titik distribusi air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat selama pasokan air belum kembali normal.
Ia juga mengimbau warga memanfaatkan bantuan tersebut sesuai kebutuhan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Bayur yang terdampak kekeringan.
Seperti diketahui pasokan air bersih semakin menipis. Bahan baku air dari Bendungan Benanga semakin terbatas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda mengatakan, peralihan menuju musim hujan diperkirakan sekitar akhir Oktober hingga awal November 2026 untuk wilayah Samarinda.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan. Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada bulan November 2026.
Cakupan wilayah yang mengalami musim hujan mulai November di antaranya yaitu sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan. (adv/dprdsmr)






