Linikaltim.id. SAMARINDA – Kebutuhan air bersih selama kemarau menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, khususnya warga RT 22.
Selain Perusahaan Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana yang sudah tak mengalir, bahan baku air bersih juga sudah menipis. Sumur dan air sudah surut.
Kondisi tersebut membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Maswedi, berupaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Setidaknya 10.000 liter setiap dua hari sekali di kirim ke rumahnya.
Bantuan pasokan air bersih tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua hingga tiga bulan terakhir.
Air yang didatangkan itu ditempatkan di kediaman Maswedi di kawasan Bayur RT 22 untuk selanjutnya disalurkam ke masyarakat.
“Ya, sebenarnya kebutuhan masyarakat di RT 22 ini, 10.000 liter itu sehari habis. Cuma kami juga memahami bahwa yang membutuhkan air bukan hanya RT 22, sementara armada satgas juga terbatas,” kata Maswedi, saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, awalnya bantuan air bersih dapat diupayakannya melalui air Perumdam Tirta Kencana secara pribadi. Sehingga jadwal pengiriman air bersih cuma sekitar satu kali dalam seminggu.
Namun, kondisi pasokan air di kawasan Bayur yang kini mengalami mati total membuat kebutuhan masyarakat semakin meningkat.
Situasi tersebut juga menyebabkan warga dari sejumlah lingkungan lain turut bergantung pada bantuan air bersih yang tersedia di kediamannya. Karena itu, Maswedi mengaku tidak membatasi masyarakat yang datang untuk mengambil air.
Menurutnya, kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda sehingga masyarakat diberikan keleluasaan untuk mengambil air sesuai kebutuhan.
Hal itu juga menjadi bentuk kepedulian agar warga tetap bisa mendapatkan akses air bersih di tengah kondisi sulit.
“Bukan hanya lingkungan RT 22, dari RT lain juga bisa datang selama membutuhkan air. Kami tidak membatasi (jumlah air), karena kebutuhan masyarakat berbeda-beda. Tidak semuanya sama, jadi warga mau mengambil berapa pun silakan,” jelasnya.
Politikus dari Partai Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu berharap, masa kemarau segera berakhir. Sehingga kesulitan air bersih tidak berkepanjangan.
“Selama ini masyarakat merasa terbantu dengan adanya air bersih seperti ini. Kami juga berupaya membantu semampunya, karena kebutuhan air bersih memang sangat penting bagi masyarakat,” pungkasnya. (eko/adv/dprdsmr1)






