Linikaltim.id. SAMARINDA – Sebanyak 24 peserta mengikuti pelatihan teknis operasional mesin insinerator yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Jalan Juanda, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para operator dengan pemahaman teknis pengoperasian mesin insinerator, termasuk tata cara pemeliharaan serta aspek keselamatan kerja.
Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso menjelaskan pelatihan hari ini difokuskan pada teknis operasional di lapangan. Selain menyiapkan tenaga kerja, DLH juga menyiapkan bahan pendukung untuk proses pembakaran awal seperti kayu dan kertas yang mudah terbakar.
“Pelatihan ini mengarah kepada teknis operasional, tata cara pemeliharaan, serta keselamatan kerja tenaga operator. Mesin ini bekerja pada suhu tinggi, di atas 800 hingga 1.000 derajat Celsius, sehingga aspek keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri harus diperhatikan secara khusus,” ucap Suwarso.
Ia menambahkan, setelah pelatihan awal ini, pihak vendor diminta untuk terus melakukan pendampingan. Hal tersebut penting mengingat mesin insinerator merupakan peralatan baru yang memerlukan adaptasi dan pengawasan berkelanjutan bagi para operator.
Menurut Suwarso, pelatihan ini dilakukan secara bertahap. Dari total kebutuhan sebanyak 72 operator, saat ini baru 24 peserta yang mengikuti pelatihan tahap awal. DLH Samarinda akan kembali membuka rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan 48 operator lainnya.
“Seleksi peserta memang cukup ketat, karena mereka akan bekerja di lingkungan yang tidak biasa dan memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan mereka harus benar-benar diperkuat,” jelasnya.
Pelatihan diawali dengan pemberian materi teori, kemudian langsung dilanjutkan dengan praktik di lapangan. Untuk hari pertama, praktik teknis operasional dilaksanakan di kawasan Folder Air Hitam. Durasi pelatihan bersifat fleksibel dan dapat diperpanjang hingga dua hari apabila masih ditemukan kendala dalam pengoperasian mesin.
Melalui pelatihan ini, DLH Samarinda berharap para operator dapat mengoperasikan mesin insinerator secara optimal, aman, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan pengelolaan sampah di Kota Samarinda
