Festival Hudoq Pekayang Masuk Daftar Karisma Event Nasional

MAGNET WISATA : Gelaran Festival Hudoq Pekayang merupakan tradisi turun temurun yang biasanya dilakukan jelang nugal (tanam padi). (Foto : Sekretariat Kabinet RI)

Linikaltim.id. LONG ISUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu semakin punya kepercayaan diri yang tinggi dalam memajukan potensi pariwisata. Event tahunan Hudoq Pekayang masuk dalam 110 event terpilih Karisma Event Nasional (KEN) 2024 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Penghargaan ini menjadi modal dasar untuk promosi masuknya wisatawan tahunan yang berkunjung ke Mahulu. Festival Hudoq Pekayang biasanya digelar pada bulan Oktober. Digelar bergilir dari kampung ke kampung lain setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Tahun ini, Festival Hudoq Pekayang di Gelar di Kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai pada 20 – 22 Oktober 2024. Perwakilan Kemenparekraf Wilda turut hadir dalam festival ini untuk memberikan penghargaan KEN kepada Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh.

Festival Hudoq biasanya dibanjiri para penari yang menarikan tarian khas Suku Dayak.

Acara ini merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Dayak di waktu nugal (menanam padi). Biasanya musim tanam di rentang bulan September-Oktober.

Makna tradisi ini adalah memohon berkat Tuhan. Agar padi yang ditanam nanti menghasilkan bulir yang lebat serta membawa kemakmuran.

Acara terdiri dari empat sesi. Pertama, Sak Baaq Hudoq (santap Hudoq) yaitu memberi makan untuk topeng Hudoq sebagai syarat dan makan untuk penarinya. Menu makanan berupa ketan dan telur ayam kampung rebus.

Kedua, Tengaran Hudoq (bicara Hudoq). Berbicara dengan bahasa Hudoq untuk menyampaikan maksud kedatangan dengan petinggi kampung. Perwakilan Hudoq dan petinggi kampung duduk di atas gong. Jika telah disampaikan maksud dan tujuannya maka Hudoq lainnya bersorak dalam bahasa Hudoq. Disinilah keunikannya, karena suara itu sulit diikuti oleh orang awam yang menonton. Suara tersebut terdengar sederhana namun khas.

Ketiga, Ngenyah Hudoq (menari Hudoq) yaitu, satu perwakilan Hudoq tuan rumah menari. Terakhir, Ngaraang Aruq/Ngarang Hudoq (menari panjang). Setiap perwakilan Hudoq masing-masing kampung menari bergantian dengan membuat lingkaran di tengah lamin adat.

Selanjutnya, dimulailah Festival Hudoq Pekayang itu. Semua penari dan masyarakat tumpah ruah di lapangan adat. Semua menari mengikuti irama musik dari siang hari hingga keesokan pagi.

“Dengan masuknya Hudoq Pekayang ini dalam Karisma Event Nasional (KEN), kita diberi kesempatan yang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mahakam Ulu kepada dunia luar. Pengakuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Karisma Event Nasional ini menjadi bukti bahwa tradisi Hudoq Pekayang memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata budaya yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh.

Untuk mengunjungi festival ini wisatawan bisa memilih penerbangan tujuan bandara di Balikpapan atau Samarinda. Kemudian melanjutkan penerbangan menuju Bandara Datah Dawai untuk sampai Mahulu. Sebab perjalanan darat memakan waktu sekitar 10-15 jam ke Mahulu. (adv/pemkabmahulu/her)

Pos terkait