Terowongan Istiqlal – Katedral, Terbuka untuk Umum setelah Diresmikan

Visual terowongan oleh arsitektur Satrio Herlambang yang diunggah di instagram @satrio_angle.

Linikaltim.id. JAKARTA.Terowongan yang menghubungkan halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral rencananya akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto sore hari ini (12/12/2024). Dengan begitu, terowongan tersebut terbuka untuk dilewati umum.

Terowongan Silaturahmi ini belum dioperasikan meski kelar dibangun pada 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Ide terowongan ini muncul saat pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2020, usulan pembangunan terowongan muncul di tengah proyek renovasi Masjid Istiqlal.

Terowongan ini mengangkat perhatian publik setelah dilewati Pemimpin Gereja Katolik Dunia dan kepala negara Vatikan Paus Fransiskus saat melawat ke Indonesia awal September lalu. Dia mengungkapkan kekagumannya dengan ide terowongan ini.

TERKONEKSI : Foto pembangunan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang dimulai pada 2020 lalu. (Foto : instagram arsitek Satrio Herlambang @satrio_angle)

Menukil laman Kemenag, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut, terowongan tersebut akan mempermudah akses masyarakat yang berwisata religi di kedua bangunan bersejarah ini.

“Rencananya nanti terowongan ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk lalu-lalang antara dua rumah ibadah ini.
Tapi juga nanti mungkin suatu waktu bisa kita lakukan semacam arena tersendiri untuk memamerkan galeri-galeri terbatas,” jelasnya

“Bahkan juga pernah kita pakai sebagai interfaith meeting, karena itu menambah nilai historical-nya,” tambah Menag.

Menurutnya, terowongan ini dirancang tidak hanya sebagai jalur penghubung, tetapi juga sebagai ruang untuk interaksi lintas agama.

“Selama ini kita belum buka secara umum karena memang belum diresmikan. Insyaallah paska peresmian nanti semua masyarakat bisa mengakses terowongan itu,” kata Menag Nasaruddin.

Terowongan Silaturahmi dibangun dengan panjang 32 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 8 meter. Luas terowongan ini 136 meter persegi dengan total luas shelter dan tunnel 226 meter persegi.

Menelan anggaran awal sebesar Rp 40 miliar sebagai bagian dari dana renovasi Istiqlal. Terowongan bawah tanah Istiqlal-Katedral dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai 15 Desember 2020. Selesai pada 20 September 2021, bersamaan dengan renovasi Masjid Istiqlal. 

Terowongan ini tersambung dengan basement parkir di Masjid Istiqlal yang dapat menampung 1.000 unit mobil.

Pos terkait