Linikaltim.id. TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat.
Namun, pelaksanaan program ini menghadapi tantangan besar terkait kondisi geografis Kukar, khususnya di daerah-daerah terpencil.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menjelaskan bahwa tugas Disdikbud adalah menyediakan wadah di sekolah-sekolah dan mendata sekolah-sekolah yang akan menerima manfaat program tersebut.
“Kami hanya membantu dengan menyediakan wadah dan mendata sekolah-sekolah yang akan menerima program MBG,” ujar Thauhid.
Jumlah sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Kutai Kartanegara terbilang sangat besar. Pendataan Disdikbud Kukar untuk program makan bergizi gratis lebih dari 1000 sekolah. Lebih rinci, untuk tingkat TK Negeri ada 29 sekolah, SD Negeri terdapat 443 sekolah, SMP Negeri ada 109 sekolah, TK Negeri ada 29 sekolah.
Thauhid mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada aksesibilitas ke daerah-daerah hulu yang sulit dijangkau.
Meskipun demikian, Disdikbud Kukar berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini bisa diterima dengan merata oleh seluruh sekolah di Kukar.
“Kondisi geografis yang sulit di daerah hulu menjadi kendala utama, namun kami tetap berusaha agar program MBG bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kutai Kartanegara resmi berjalan sejak 17 Februari 2025 di beberapa sekolah di Tenggarong. Tahap awal, Disdikbud Kukar melibatkan 6 sekolah, yaitu SD Negeri 1, SD Negeri 3, SD Negeri 11, dan SD Negeri 18 Tenggarong, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Tenggarong. (adv/diskominfokukar)
