Linikaltim.id. SAMARINDA. Kondisi kesejahteraan guru honorer di Samarinda masih memprihatinkan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda menemukan adanya tenaga pengajar yang masih digaji jauh di bawah standar.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengungkapkan bahwa masih ada guru honorer yang menerima gaji sangat rendah.
“Kami menemukan ada guru honorer yang digaji Rp1 juta, bahkan ada yang hanya Rp500 ribu,” ungkapnya, dihubungi via telepon Jumat (1/5/2026).
Ia menilai kondisi tersebut sangat tidak layak, mengingat peran guru yang begitu vital dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, persoalan ini banyak terjadi di sekolah swasta yang penggajiannya ditanggung oleh yayasan.
Sekolah swasta, kata Ismail, memang digaji oleh yayasan, bukan pemerintah. Meski begitu, ia berharap pemerintah tetap hadir memberikan dukungan.
“Kami berharap ada uluran tangan dari pemerintah, misalnya melalui tambahan insentif,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Bisa juga dengan program pemerataan bantuan, terutama bagi guru honorer yang belum mendapatkan insentif.
Menurutnya, kesejahteraan guru sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan. Apalagi jika bicara generasi emas 2045. Pendidikan saat ini harusnya sudah menyiapkan sistem yang baik untuk berhasil mencetak generasi emas di masa itu.
Ismail berharap ke depan tidak ada lagi guru yang menerima gaji jauh di bawah standar, demi menjaga kualitas pendidikan di Samarinda. (adv/dprdsmr)



