Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Ismail Latisi, menyoroti serius persoalan air bersih yang masih membelit sejumlah wilayah di Kecamatan Samarinda Ilir. Terutama Kelurahan Sido Mulyo, Sido Damai, dan Sungai Damai.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut, persoalan ini sudah berlangsung puluhan tahun tanpa penyelesaian tuntas. Dirinya mendorong pemerintah agar dapat mengeksekusi aspirasi masyarakat secara berjenjang.
“Kesulitannya air bersih ini kami sudah komunikasi ke Pemkot (Samarinda), ke PUPR, hingga Perkim. Semua usulan masyarakat juga terus kami kawal lewat SIPD,” ujarnya, diwawancara media ini beberapa waktu lalu.
Menurutnya, salah satu hambatan utama terletak pada keterbatasan anggaran pemerintah. Total usulan masyarakat yang tercatat telah melampaui Rp 10 triliun, sementara kemampuan fiskal Samarinda hanya sekitar Rp 2 triliun.
“Jadi bedanya jauh sekali. Karena itu semua harus berbasis skala prioritas,” tegasnya.
Ismail mencontohkan, untuk sebagian wilayah Sungai Damai aliran air bersih terkendala karena daerahnya dataran tinggi. Akibatnya, selain membutuhkan pipa jumlah yang besar, wilayah itu juga memerlukan penampungan air khusus.
“Kalau dipompa langsung dari bawah, pipanya bisa pecah. Karena itu harus ada reservoir. Ini juga masih harus menghadapi kendala ketersediaan lahan,” ungkapnya.
DPRD Samarinda berharap kolaborasi antara Pemkot, Pemprov, hingga PDAM dapat ditingkatkan sehingga kebutuhan air bersih warga yang sudah menunggu puluhan tahun bisa segera terealisasi. (adv/dprdsmr)






