Dinas Perpustakaan Samarinda Punya Gerakan Wakaf Literatur Sejak 2021

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda terus memperkuat Gerakan Wakaf Literatur sebagai salah satu strategi menambah koleksi bacaan sekaligus meningkatkan budaya literasi di tengah keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Erham Yusuf, mengatakan, gerakan tersebut mengajak masyarakat berpartisipasi dengan menyumbangkan buku maupun benda-benda yang memiliki nilai edukasi dan sejarah.

Bacaan Lainnya

Literatur, kata Erham, tidak hanya berbentuk buku, tetapi juga dapat berupa koleksi yang menggambarkan perkembangan teknologi maupun kehidupan masyarakat dari masa ke masa.

“Sejak 2021 kami mencanangkan Gerakan Wakaf Literatur. Kami mengajak masyarakat tidak hanya mewakafkan buku, tetapi juga benda-benda yang memiliki nilai pengetahuan, seperti mesin tik manual, telepon lama, atau perangkat lain yang bisa menjadi referensi bagi generasi mendatang,” kata Erham, usai hearing di kantor DPRD Samarinda, Senin (20/07/2026).

Erham menilai masih banyak buku layak baca yang hanya tersimpan di rumah tanpa dimanfaatkan. Padahal, jika disumbangkan ke perpustakaan, buku-buku tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus menjadi amal jariyah bagi pemiliknya.

“Ilmu pengetahuan tidak akan pernah kedaluwarsa. Selama isi buku itu masih relevan, maka tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu kami mengajak siapa saja yang memiliki koleksi buku untuk ikut mendukung gerakan ini,” katanya.

Erham berharap masyarakat tak sungkan ke perpustakaan daerah untuk turut serta dalam program ini. (*)