Linikaltim.id. SAMARINDA. Program parkir berlangganan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diharap mampu meningkatkan targer pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan parkir berlangganan sebenarnya sudah berjalan, namun belum menjangkau banyak pengguna kendaraan.
Ia menyebut tarif Rp400 ribu per tahun untuk roda dua dan Rp1 juta per tahun untuk roda empat.
Jelas, ini lebih murah dibandingkan biaya parkir harian yang selama ini dibayarkan masyarakat.
“Kalau motor Rp400 ribu dibagi 365 hari, itu sekitar Rp1.077 per hari. Kalau parkir tiga kali sehari dengan tarif Rp2.000 per parkir, tentu lebih hemat menggunakan parkir berlangganan,” kata Manalu saat diwawancarai usai hearing di DPRD Samarinda Juni lalu.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang bergabung, semakin besar pula kontribusi retribusi parkir yang masuk ke kas daerah dan dapat digunakan untuk pembangunan Kota Samarinda.
Menurutnya, jumlah kendaraan di Samarinda yang mencapai sekitar 971 ribu unit. Ini menjadi potensi besar dalam realisasi peningkatan PAD.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan program tersebut pada prinsipnya mendapat dukungan dari DPRD karena dinilai dapat menjadi salah satu solusi penataan perparkiran.
Namun, Deni menegaskan program tersebut saat ini masih bersifat opsional dan belum menjadi kewajiban bagi masyarakat. (*)

