Andi Harun : Samarinda Harus Kurangi Ketergantungan pada Dana Transfer, Perkuat Ekonomi Mandiri

Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Foto dok.)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong transformasi ekonomi daerah agar tidak bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurutnya, penguatan sektor usaha daerah dan diversifikasi sumber pendapatan menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Harun usai meluncurkan produk air minum dalam kemasan (AMDK) Samaqua di Pusat Produksi AMDK Samaqua IPA Kalhol, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Rabu (05/08/2026).

Ia menjelaskan, selama ini dana transfer masih menjadi salah satu penopang utama keuangan daerah. Padahal, besaran dana tersebut sangat dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari perubahan regulasi Pemerintah Pusat hingga kondisi sektor sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan batu bara.

“APBD kita tidak boleh selamanya bergantung pada dana transfer. Ketika produksi migas, batu bara, atau sumber daya alam lainnya menurun, maka penerimaan daerah juga ikut terdampak. Belum lagi kalau ada perubahan kebijakan di tingkat nasional,” kata Andi Harun.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi Pemkot Samarinda untuk mulai mengubah arah pembangunan ekonomi.

Sejak awal masa kepemimpinannya, ia mengaku telah mendorong kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektor perdagangan, jasa, dan berbagai aktivitas ekonomi non-sumber daya alam.

Andi Harun menilai proses transformasi ekonomi memang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Dibutuhkan konsistensi kebijakan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar struktur ekonomi daerah menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi berbagai perubahan.

“Merancang bangun ekonomi itu tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Semua harus dilakukan secara bertahap, tetapi arahnya harus jelas sehingga pada waktunya kita memiliki fondasi ekonomi yang lebih mandiri,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya penyesuaian belanja daerah ketika terjadi penurunan penerimaan. Menurutnya, pemerintah harus berani menentukan skala prioritas agar anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan untuk kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Andi Harun optimistis Samarinda dapat membangun kemandirian fiskal secara bertahap.

Ia berharap penguatan badan usaha daerah dan sektor ekonomi produktif akan menjadi penopang baru bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat. (*)

Pos terkait