Linikaltim.id. SAMARINDA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda meminta PLN meningkatkan komunikasi kepada masyarakat terkait pemadaman listrik yang kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng, menilai masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas apabila terjadi pemadaman, terutama ketika pemadaman dilakukan secara bergilir.
Hal itu disampaikan Ronald menyusul kembali munculnya jadwal pemadaman listrik setelah sebelumnya PLN menyampaikan target berakhirnya pemadaman pada Juli 2026.
“Saya cuma mengharapkan PLN mampu menyosialisasikan atas suatu keputusan dan kebijakan terhadap masyarakat, agar masyarakat bisa mengetahui kenapa dia menjadi terdampak,” kata Ronald, Selasa (18/8/2026)
Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), persoalan teknis terkait penyebab pemadaman memang menjadi kewenangan PLN.
Namun, dari sisi pelayanan publik, masyarakat perlu mendapatkan pemberitahuan yang memadai.
“Kalau memang ada pemadaman, apalagi pemadaman bergilir, harusnya disosialisasikan kembali,” ujarnya.
Ronald mengingatkan, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan masyarakat di rumah, tetapi juga pelaku usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada pasokan listrik.
“Listrik ini bukan hanya untuk lampu di rumah. Listrik ini juga untuk pengelolaan usaha masyarakat, baik dia mungkin dari rumah kue ataupun dengan kegiatan-kegiatan usaha yang lainnya,” jelasnya.
Ia menilai pemadaman tanpa informasi yang jelas dapat merugikan masyarakat karena warga tetap memiliki kewajiban membayar layanan listrik tepat waktu.
“Warga membayar, tidak boleh telat. Sementara ada sesuatu yang mungkin dalam rangka pelayanan,” katanya.
Ronald berharap PLN dapat memberikan informasi sebelum pemadaman dilakukan sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri, khususnya pelaku usaha.
Ia juga membuka kemungkinan DPRD Kota Samarinda memanggil PLN UP3 apabila pemadaman listrik masih terus terjadi dalam waktu mendatang.
“DPR akan melakukan pemanggilan kepada PLN, meminta klarifikasi terhadap kejadian pemadaman listrik itu,” tutupnya. (adv/dprdsmr)




