Linikaltim.id. SAMARINDA. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda mendorong mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar sebagai agen perubahan di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah.
Mahasiswa dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu membangun kapasitas dan kesiapan diri sejak dini.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi muda yang akan menentukan arah pembangunan di masa mendatang. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan dukungan agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Mahasiswa sebagai agen perubahan perlu kita support. Pembinaan terhadap generasi muda menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pemuda memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” kata Samri Shaputra, Rabu (12/08/2026).
Mahasiswa, lanjutnya, sebagai kelompok intelektual muda diharapkan mampu memberikan gagasan sekaligus terlibat dalam berbagai persoalan pembangunan.
Samri menyebut, perhatian terhadap pengembangan pemuda juga berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepemudaan yang masih berproses di DPRD Samarinda.
Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam memperkuat pembinaan pemuda di daerah. Dengan adanya aturan yang lebih jelas, program pengembangan kepemudaan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
“Ini bagian daripada kami membina pemuda supaya lebih terarah,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini sejumlah raperda masih berada dalam proses pembahasan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Samarinda.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan kepentingan masyarakat secara luas.
Misalnya, paperda tentang Pengelolaan Pemakaman Umum. Selain itu, terdapat pula usulan dari pemerintah daerah mengenai Rencana Pembangunan Industri yang berkaitan dengan penentuan wilayah pengembangan kawasan industri di Samarinda.
Menurut Samri, berbagai pembahasan regulasi tersebut pada akhirnya berkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Karena itu, generasi muda, termasuk mahasiswa, perlu memahami perkembangan kebijakan dan persoalan daerah agar dapat ikut memberikan kontribusi.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan perkuliahan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pembangunan di daerah. Sikap kritis dan kemampuan menyampaikan gagasan dinilai menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Mahasiswa sebagai agen perubahan kita titipkan dari sekarang untuk meningkatkan kualitas kapasitas untuk menghadapi tantangan di masa yang datang,” tuturnya.
Samri menegaskan, pembinaan pemuda perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, generasi muda yang memiliki kapasitas, pengetahuan dan kemampuan yang baik akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong kemajuan Kota Samarinda ke depan. (adv/dprdsmr)






