Linikaltim.id. SAMARINDA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan tiap memasuki puncak musim kemarau.
Kebakaran dilaporkan terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga Kalimantan Utara (Kaltara).
Di Kalimantan Tengah, kondisinya salah satu yang paling mengkhawatirkan.
BPBD Kalteng mencatat 645 hotspot hingga 11 Agustus 2026. Konsentrasi tertinggi berada di Kotawaringin Timur sebanyak 189 titik dan Kapuas 114 titik. Pada periode 10–11 Agustus, BPBD juga mencatat 55 kejadian karhutla dengan luas mencapai 99,481 hektare (ha).
Situasi meningkat. Data SIPONGI Kementerian Kehutanan menunjukkan pada 19 Agustus pukul 07.00 WIB terdapat 242 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalteng, naik tajam dibanding 73 titik sehari sebelumnya. Secara kumulatif pada 17–19 Agustus, Kalteng mencatat 343 hotspot berkepercayaan tinggi.
Kondisi di Kalimantan Selatan juga menjadi perhatian. Data BPBD Kalsel yang dikutip pemerintah daerah sebelumnya mencatat 157 kejadian karhutla hingga 20 Juli, dengan luas lahan terdampak sekitar 459,68 hektare dan 3.010 hotspot.
Perkembangan terbaru menunjukkan luas lahan terdampak karhutla di Kalsel telah meningkat menjadi sekitar 3.387,90 ha hingga 11 Agustus 2026, berdasarkan data BPBD Kalsel.
Pada 19 Agustus, SIPONGI juga mendeteksi 17 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalsel. Secara kumulatif selama 17–19 Agustus, terdapat 40 hotspot berkepercayaan tinggi di provinsi tersebut.
Sementara di Kalimantan Timur, karhutla terjadi di sejumlah daerah. BNPB sebelumnya melaporkan kebakaran sekitar 15 ha di Muara Sanga-sanga, Kutai Kartanegara, serta lima hektare di Kabupaten Paser pada 11 Agustus.
Kondisi terbaru juga terlihat di Kutai Barat. Hingga 19 Agustus, tercatat 72 lokasi karhutla dengan luas mencapai 415,51 ha. BPBD setempat menyebut jumlah titik api dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan.
Di Penajam Paser Utara, kebakaran pada 19 Agustus menghanguskan sekitar 10,65 ha lahan di Desa Sepan. BNPB melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan tim gabungan langsung melakukan pemadaman.
Adapun Kalimantan Utara juga tidak lepas dari ancaman. Di Tarakan, BPBD mencatat karhutla telah terjadi empat kali sepanjang Agustus hingga laporan 9 Agustus.
Salah satu kejadian terbaru berlangsung di kawasan Sungai Bengawan, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara. Petugas BPBD bersama warga melakukan pemadaman dari malam hingga pagi hari.
Data terbaru Kementerian Kehutanan menunjukkan ancaman tersebut memang meningkat. Pada 19 Agustus, Kalteng dan Kalsel masing-masing mencatat 242 dan 17 hotspot berkepercayaan tinggi. (*)






