Viktor Yuan Kritik Program Koperasi Merah Putih di Samarinda, Dinilai Belum Berdampak Nyata

Linikaltim.id. SAMARINDA. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang menyasar 59 kelurahan di Kota Samarinda mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai pelaksanaan program tersebut belum menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Viktor menyoroti perencanaan program yang dinilainya terburu-buru, terutama dalam penerapannya di kawasan perkotaan.

Menurutnya, konsep koperasi desa perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat.

Ia juga mempertanyakan kesiapan perencanaan dan dukungan anggaran sejak awal pelaksanaan program. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat operasional koperasi yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi warga.

“Program itu termasuk program yang terburu-buru,” kata Viktor, Sabtu (24/10/2026).

Menurut politikus Partai Demokrat itu, setelah berjalan sekitar satu hingga dua tahun, koperasi seharusnya mulai menunjukkan perkembangan. Ada dampak daei kegiatan usaha yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun, ia menilai kondisi perekonomian warga justru masih menghadapi tekanan.

“Ekonomi di tengah-tengah masyarakat ini sangat menurun,” ungkapnya.

Viktor menilai koperasi semestinya mampu menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, seperti gas elpiji, sembako, hingga obat-obatan. Dengan begitu, keberadaan koperasi tidak sekadar menjadi program kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.

Selain persoalan operasional, ia turut menyoroti masalah pembangunan fisik fasilitas koperasi.

Menurutnya, pekerjaan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dapat menimbulkan dampak berantai, termasuk terhadap pekerja dan penyedia jasa yang terlibat dalam proyek tersebut.

“Banyak yang enggak dibayar tuh, berdampak juga kepada sub-sub di bawahnya,” jelasnya.

Viktor juga mengkritisi wacana penyaluran gaji pegawai melalui rekening koperasi. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak menambah beban administrasi, khususnya di wilayah perkotaan yang telah memiliki jaringan ritel dan layanan keuangan.

“Itu bukan penyederhanaan namanya, itu membuat pekerjaan baru,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan program KDMP dievaluasi secara menyeluruh. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pembangunan fasilitas, hingga model bisnis yang dijalankan. Evaluasi tersebut dinilai penting agar koperasi benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Samarinda. (eko/adv/dprdsmr) 

Pos terkait