Linikaltiim.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun mengaku gregetan. Melihat alih fungsi lahan pertanian ke sektor pertambangan yang kian masif di wilayah Kaltim. Sebab berakibat, lahan pertanian yang kian terbatas.
“Bicara soal pertanian ini, saya jadi gregetan. Karena kalau dilihat, peluang dan potensi yang dimiliki Kaltim luar biasa. Lahan kita sangat luas, tapi beralih fungsi semua,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pada 5 November 2024.
Pihaknya sendiri telah berupaya menyelamatkan kekayaan alam dan lahan pertanian Kaltim. Dengan membuat regulasi berupa peraturan daerah (perda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan.
Namun, ungkap Samsun, fakta di lapangan tetap saja lahan-lahan pertanian produktif diserobot untuk penambangan.
“DPRD Kaltim sudah membuat Perda Perlindungan Lahan Pertanian. Regulasi ini sudah kita buatkan. Padahal potensi (bidang pertanian) juga ada tapi selama ini tidak dimaksimalkan oleh kita sendiri,” katanya.
Dia mengaku prihatin, banyak potensi kekayaan alam Kaltim dan peluang lain yang tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah.
Ironisnya, lanjut Samsun, kekayaan alam Kaltim ini banyak dikeruk oleh orang dari luar Kaltim. Sehingga keuntungannya minim kembali ke daerah. (adv/dprdkaltim/min)
