Linikaltim.id, Samarinda – Tiga kabupaten dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2024 ditempati Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Sementara itu, tiga kabupaten kota dengan produksi padi terendah yaitu Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Mengutip dari data BPS, produksi padi di Kutai Kartanegara tertinggi di Kaltim mencapai 96.298,44 ton GKG pada tahun 2024. Jumlah ini menurun jika dibanding tahun 2023 sebesar 115.103,82 ton GKG.
Menyusul peringkat kedua produksi padi tertinggi di Kaltim yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 45.207,49 ton GKG pada tahun 2024. Naik dari tahun 2023 yang hanya sebesar 45.100,57 ton GKG.
Selanjutnya, peringkat ketiga ditempati Kabupaten Paser 44.565,20 ton GKG tahun 2024, naik dibanding tahun 2023 hanya 28.608,94 ton GKG.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana dalam siaran pers-nya beberapa waktu lalu menyampaikan produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur sepanjang Januari-September 2024 diperkirakan sebesar 196,94 ribu ton GKG, atau mengalami penurunan sekitar 14,27 ribu ton GKG (6,76 persen) dibandingkan Januari-September 2023 yang sebesar 211,21 ribu ton GKG.
“Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA September 2024, potensi produksi padi sepanjang Oktober-Desember 2024 ialah sebesar 32,34 ribu ton GKG,” jelasnya.
Berdasarkan hasil Survei KSA, puncak panen padi pada 2024 berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu terjadi pada bulan September, dengan luas panen mencapai 19,13 ribu hektare, sedangkan puncak panen pada 2023 terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen sebesar 15,35 ribu hektare.
Realisasi panen padi sepanjang Januari-September 2024 sebesar 53,17 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 0,02 ribu hektare atau 0,04 persen dibandingkan Januari-September 2023 yang mencapai 53,15 ribu hektare. Sementara itu, potensi luas panen padi pada Oktober Desember 2024 diperkirakan sekitar 8,77 ribu hektare.
Dengan demikian, total produksi padi pada 2024 diperkirakan sebesar 229,28 ribu ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 2,31 ribu ton GKG (1,01 persen) dibandingkan 2023 yang sebesar 226,97 ribu ton GKG.



