‘Angin Surga’ Pembangunan Bandara Mahulu Kedatangan Tim Survei Kemenhub

TARGET TERBANG : Rencana pembangunan bandar udara di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu setidaknya bisa untuk didarati pesawat grand caravan.

Linikaltim.id. UJOH BILANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Mahakam Ulu (Mahulu) Stephanus Madang menyebut, kedatangan tim survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai angin surga. Mengingat perjuangan panjang pemerintah mewujudkan impian kuat masyarakat Mahulu punya bandar udara (bandara).

Saat ini, Mahulu hanya memiliki satu bandara kelas III yang melayani penerbangan perintis. Yaitu Bandar Udara Datah Dawai yang berada di Desa Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai.

Bacaan Lainnya
SAMBUT TIM SURVEI : Sekretaris Daerah (Sekda) Mahakam Ulu Stephanus Madang, mengenakan cinderamata kepada salah satu tim Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub saat berkunjung pada pertengahan November 2024 . (Foto : Pemkab Mahulu)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu kemudian memasukkan prioritas pembangunan bandara yang terletak di Ujoh Bilang.

“Pada dasarnya 21 tahapan yang sudah dilaksanakan dan itu berproses dari tahun 2016. Perjuangan panjang, namun kami tidak pernah lelah memperjuangan pembangunan bandara demi kepentingan masyarakat Kabupaten Mahulu,” kata Stephanus, tengah November lalu.

Kunjungan silaturahmi 4 orang tim survei Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kemenhub dating pada 14 November 2024 lalu. Ini menjadi kebahagiaan bagi Pemkab Mahulu.

Sebab tim bekunjung dalam rangka survei untuk Bandara Ujoh Bilang. Proses pengumpulan data pendukung dalam penyusunan background study Rencana Strategis Ditjen Perhubungan Udara Tahun 2025-2029.

Sekda menyambut dengan tangan terbuka investigasi tersebut. Juga siap dengan laporan tentang yang sudah dan akan dilakukan di Kabupaten Mahulu tentang pembangunan bandara.

Dikatakan Stephanus Madang, kehadiran Ditjen Kemenhub ini dinilai sebagai bentuk dukungan percepatan pembangunan infrastruktur Bandar Udara Ujoh Bilang. Proyek yang menjadi salah satu prioritas sebab bertujuan meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, dan pengembangan perekonomian serta pariwisata di Mahulu.

“Secara umum dan teknis kita telah melaksanakan beberapa proses tahapan. Sekarang perlunya dukungan dan support anggaran. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, diharapkan Mahulu dapat lebih berkembang dan segera terhubung dan terkoneksi dengan daerah lainnya, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat” harap Sekda.

Usai pertemuan, tim Kemenhub meninjau lapangan ke beberapa titik yang menjadi perhatian dalam pembangunan transportasi. Termasuk lokasi yang direncanakan untuk pengembangan bandara dan peningkatan kondisi jalan.

Tim survei Ditjen Perhubungan Udara yang hadir yaitu Muhammad Fitriono, Kurniawan Arsita, Firaz Azhar, Ardiyansa Ati. Hadir juga Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Datah Dawai Vitradisa Kertabudi.

Sekda didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing. Sekretaris Dishub Ferry Marpaung. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Mahulu Andreas Aryo Seto.

Dalam momen tersebut, sebagai wujud ungkapan selamat datang ke Kabupaten Mahulu, Sekda Mahulu Stephanus Madang menyematkan cinderamata berupa lavung dan kalung manik. (adv/pemkabmahulu/min/her)