Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Joha Fajal, menilai pemerintah perlu lebih serius mengelola berbagai sumber potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Joha menyebut, sektor destinasi wisata lokal dan parkir masih bisa digenjot.
Dia mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong sektor pariwisata melalui berbagai event untuk menarik pengunjung dari luar daerah. Juga diimbangi dengan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan lainnya.
Kata Joha, pemerintah juga perlu menghidupkan kembali destinasi wisata lama yang kini tidak lagi berkembang atau kehilangan daya tarik.
“Kita dulu punya banyak wisata, tapi sekarang tidak ada gaungnya lagi,” kata Joha Fajal, di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (09/06/2026).
Soal parkir, Joha mengakui sistem pengelolaan parkir sudah cukup baik.Namun, pengawasan di lapangan masih lemah dengan berbagai celah kebocoran.
Termasuk masih ada parkir yang dikelola oleh pihak yang tidak resmi.
Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, masih banyak juru parkir yang menggunakan atribut resmi, namun tidak terdaftar dalam sistem pengelolaan pemerintah.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sistem monitoring, termasuk pemanfaatan teknologi seperti kamera pengawas.
“Kalau tidak diawasi dengan baik, potensi PAD ini akan terus bocor,” tegasnya.
DPRD mendorong agar seluruh titik parkir dapat dikelola secara resmi dan terdata dengan baik, sehingga kontribusinya terhadap PAD bisa lebih optimal.
Joha mengatakan, PAD Samarinda cukup membantu menjaga stabilitas keuangan daerah. Mengingat badai efisiensi di seluruh daerah mempengaruhi kondisi fiskal.
Ia menyebut, PAD Samarinda saat ini telah mencapai di atas Rp1 triliun, sehingga dampak pemotongan tidak terlalu ekstrem dibanding daerah lain.
Untuk itu dia berharap PAD yang bocor tadi masih bisa dikejar lagi untuk menyehatkan kondisi keuangan daerah. (adv/dprdsmr)



