“Mosi yang dimainkan (pada lomba,red.) kemarin tentang politik, gerakan sosial, keluarga, agama, dan ekonomi,” katanya.
Padahal tim Kaltim sempat kalah dua kali di babak pre eliminasi. Mereka beradu keras melawan perwakilan Jakarta, Lampung, Bali, Banten, Kepulauan Riau. Lalu semi-finals bertemu Jakarta lagi. Dan saat grand-finals bertemu Sulawesi Tengah.
“Kami sempat merasa ‘dibantai’ banget sama dua perwakilan provinsi yang kuat. Enggak expektasi bakal bisa sejauh ini. Kami mengira bakal gugur di round eliminasi (octofinals, quarterfinals, semifinals), ” urai Celine.
Pada octofinals 2-1, quarterfinals anonymous meski debaternya kuat semua, dan semifinals 5-2.
Dia berterimakasih kepada Devianti Lianita, guru yang membimbing. Juga kepada Cedrick yang lebih dulu memenangi lomba serupa yang mampu menyatukan dia juga Ely dalam satu tim yang kompak.
Begitu pula dengan para pembimbing lain alumni debat NSDC dan LDBI yang sudah membantu tim. (Tim Linikaltim.id)
