linikaltim.id SAMARINDA. Pekan kedua Liga 1 2024/2025 langsung mempertemukan dua tim papan atas Liga Indonesia. Borneo FC menghadapi tuang rumah Arema FC.
Pertandingan kemarin bak laga balas dendam Borneo FC. Pasalnya, Pesut Etam gagal menjadi juara di turnamen pramusim, yakni Piala Presiden 2024 pada 4 Agustus lalu.
Sebagai juara reguler season musim 2023/2024, Borneo FC memang memainkan permainan atraktif. Memiliki winger-winger cepat, seperti Stefano Lilipaly dan Terens Puhiri, ditambah striker anyar yang didatangkan dari Brasil, Leo Gaucho, Borneo FC selalu memberikan perlawanan sengit.
Berjumpa Arema FC di pekan kedua, anak asuh Piter Huistra itu berusaha menekan sejak awal. Namun, Singo Edan yang harus bermain kandang di Stadion Soepriadi Kota Blitar, justru bisa memanfaatkan keadaan.
Sayang, tak ada sebiji pun gol bersarang di gawang Borneo FC yang dikawal Nadeo Arga Winata. Pun demikian dengan Pesut Etam. Lini depan Borneo bukan tak memiliki peluang. Namun, hasilnya juga tak ada gol ke gawang Arema FC.
Di babak kedua, Borneo FC meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya positif. Umpan ke mulut gawang Arema dari Lilipaly berhasil dimanfaatkan Christophe Nduwarugira di menit 53.
Nduwarugira yang berdiri bebas tanpa pengawalan pemain belakang Arema akhirnya membuka gol bagi Borneo FC. Arema tak ingin malu di hadapan pendukungnya. Namun, bukan menghasilkan gol, lewat skema serangan balik cepat Borneo justru mampu menggandakan keunggulan lewat Terens Puhiri.
Peluit panjang pertandingan wasit membuat Borneo FC mengemas tiga poin di laga kedua Liga 1.
Nduwarugira sebagai player of the match mengungkapkan, dia dan tim di pertandingan Piala Presiden 2024 lalu memang mengontrol pertandingan. “Tapi sepak bola adalah sepak bola, dan kami memberikan jawabannya di pertandingan ini (kemarin),” ungkapnya.
“Pelatih hanya minta saya bermain baik, begitu juga dengan yang lain. Dua kemenangan tandang tidak lepas dari usaha setiap hari bangun pagi untuk latihan dan fokus. Tentu sebuah langkah yang baik,” tegasnya.






