Linikaltim.id LIGA 1 Indonesia memang sudah menentukan siapa pemenangnya. Namun, persaingan finish di papan atas klasemen menjadi misi yang kini tengah diburu Borneo FC.
Dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-32, Pesut Etam–julukan Borneo FC-harus tandang ke Stadion Gelora Bangkalan, markas Madura United.
Berada di papan tengah, jarak poin dengan papan bawah memang berdekatan. Sehingga, target meraih kemenangan Madura United menjadi syarat untuk menjauhi zona degradasi. Namun, yang dihadapi Madura United adalah tim kuat Borneo FC. Yang juga sama-sama menargetkan kemenangan demi menjaga asa finish di papan atas Liga 1.
Bermain dengan dukungan suporter, rupanya tak membuat Mario Peralta dan kawan-kawan tampil di bawah tekanan. Borneo FC justru tampil dengan intensitas tinggi. Tim tuan rumah justru tertekan. Namun, gol baru datang di perpanjangan waktu babak pertama.
Kemelut yang ada di kotak 16 Madura United justru mampu dimanfaatkan Peralta yang berdiri tanpa pengawalan. Borneo FC unggul hingga jeda babak pertama.
Borneo sejatinya bisa unggul dua gol di babak pertama. Sayang, gol yang disarangkan Pato dianulir wasit lantaran berada dalam posisi offside.
DRAMA DI BABAK KEDUA
Pasca-kembali dari ruang ganti, Alfredo Vera menginstruksikan anak buahnya tampil bermain lebih lepas. Hasil itu terbukti, dua gol mampu disarangkan Youssef Ezzejjari di menit 51 dan Taufik Hidayat di menit 56.
Borneo FC pun merespons. Joaqin Gomez mengganti tiga pemainnya sekaligus guna menyamakan keunggulan. Hasilnya pun apik, memanfaatkan sepak pojok, kiper Madura United yang tak sempurna menjauhkan bola, berhasil dimanfaatkan Ronaldo.
Sepakan keras mengenai tiang. Namun, asisten wasit satu mengesahkan gol tersebut lantaran bola yang kembali keluar dari gawang Madura United sudah melintasi garis gawang di menit 67.
Setelah imbang, kedua tim bermain lebih lepas. Namun, petaka datang bagi tim tamu. Alfharezzi Buffon yang masuk di babak kedua justru harus mandi lebih cepat. Dia “diusir” dari lapangan di menit 79 lantaran tekel keras yang dilakukan. Alfharezzi sebelumnya juga melakukan pelanggaran keras dan menerima kartu kuning.
Bermain dengan 10 orang, nyatanya tak membuat Borneo FC mengendurkan serangan. Stefano Lilipaly yang kembali bermain setelah cedera panjang, justru mampu membalikkan keunggulan bagi tim tamu.
Lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan Peralta, Lilipaly berhasil membawa anak-anak Pesut Etam unggul (2-3).
Madura United nyaris menyamakan skor di ujung laga. Pada injury time, wasit menghadiahkan pinalti ke tim berjuluk Laskar Sappe Kerab. Namun, Nadeo Arga Winata, kiper berlabel Timnas Indonesia itu menunjukkan piawai di bawah mistar.
Sepakan dari titik putih yang diambil Luiz Marcelo berhasil digagalkan Nadeo. Peluit panjang wasit membuat Borneo FC berhasil mencuri tiga poin dari Stadion Gelora Bangkalan.
Berdasarkan klasemen sementara, Borneo FC masih bertengger di posisi lima dengan raihan 52 poin. Sementara Madura United berada di posisi 13 klasemen sementara dengan raihan 33 poin. Posisi tersebut nyaris membuat Madura United dibayang-bayangi degradasi.
Pasalnya, selisih poin dengan tim yang ada di batas degradasi hanya selisih dua poin. Seperti Semen Padang yang sejauh ini baru mengemas 31 poin dan bertengger di posisi 16 klasemen namun baru memainkan 31 laga. Artinya, jika Semen Padang berhasil mencuri poin di laga melawan Persebaya, Madura United bisa semakin dengan jurang degradasi.






