Cukup 15 Menit, Anak Tidak Picky Eater

MEMAHAMI: Orangtua juga harus paham dan mengajarkan anak dalam mengonsumsi makanan di masa tumbuh kembang. (Foto: Istimewa)

Linikaltim.id ADA beberapa aturan mengajarkan anak makan dalam masa tumbuh kembangnya. Sehingga anak tidak tumbuh menjadi lidah yang pilih-pilih makanan (picky eater), dan kecenderungannya jadi susah makan.

Pondasi yang harus ditanamkan ke anak adalah kesadaran, makan adalah suatu tugas. Hal itu disampaikan dokter spesialis anak dr Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A.

Bacaan Lainnya

Menurut uraian, dr Tatang menyebut orangtua perlu menghindari marah, mengancam, membujuk, menghukum, atau memberi label anak nakal jika makanannya tidak dihabiskan atau tidak mau makan.

Dia merekomendasikan peraturan makan dalam membina pola makan anak.

Pertama dan yang utama, jangan memberikan camilan atau susu 1-1,5 jam sebelum waktu makan. Pemberian susu dibatasi hanya 2-3 gelas saja sehari.

Menurut dr Tatang, interaksi yang positif antara orangtua dan anak sangat penting dalam membangun pola makan anak. Soal waktu makan, orangtua juga tak perlu memaksakan sampai habis. Porsi sesuai dengan penjadwalan makan teratur jauh lebih baik. Waktu makan tidak lebih dari 30 menit.

Hentikan proses makan jika dalam 10-15 menit anak hanya bermain. Lebih baik lagi jika ditanya, apa sudah kenyang? Kalau anak menunjukkan tanda tidak mau makan lagi, jangan dipaksa menghabiskan makanan.

“Saat anak makan (menu utama), tidak menawarkan makanan lain selain menu yang disajikan kecuali air, ” jelasnya.

Salah satu kebiasaan lawas yaitu mengajak anak jalan-jalan sambil makan. Pola yang disarankan dr. Tatang, anak diajarkan duduk di kursi dan tidak bermain ketika makan.

Biasakan anak menyantap makanan sendiri sedini mungkin. Itu dapat membantu anak membentuk perilaku makannya.

“Hubungan keluarga yang baik jadi kunci. Yaitu minim konflik, eratnya hubungan antar anggota keluarga, dan membiarkan anaknya menjadi mandiri. Ini menjadi cara yang lebih efektif dalam menangani permasalahan makan. Daripada menerapkan kebiasaan memberikan makanan kesukaan sebagai hadiah,” pungkasnya.