Linikaltim.id. SAMARINDA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memetakan sejumlah wilayah prioritas yang akan ditangani dalam program normalisasi drainase dan pengurangan banjir. Ada empat titik yang kini menjadi perhatian utama karena sedimentasi dinilai cukup parah.
“Tahap awal fokusnya memang di Sukorejo terlebih dahulu. Setelah itu, jika sudah selesai dan dievaluasi hasilnya, baru bergerak ke kawasan Damanhuri,” kata Asisten II Sekretaris Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, di Balaikota Samarinda, Selasa (12/05/2026).
Setelah Damanhuri, tim akan menyusuri sejumlah jalur drainase lain yang selama ini sering mengalami penyumbatan akibat sedimentasi lumpur dan pasir.
“Nantinya kami akan menyusuri jalur dari (Jalan) Damanhuri sampai Gerilya, kemudian Merdeka, Bhakti, hingga kawasan Kehutanan. Setelah itu baru bergerak ke KS Tubun,” bebernya.
Menurut Marnabas, kondisi sedimentasi di beberapa titik sudah cukup mengkhawatirkan sehingga perlu penanganan cepat menggunakan alat berat.
“Ada empat titik prioritas yang saat ini menjadi perhatian karena sedimentasinya cukup parah,” katanya.
Ia menyebutkan, Pemkot tidak bisa hanya mengandalkan Tim Hantu Banyu karena proses pengerukan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga yang besar.
Karena itu, ekskavator mini milik sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan dimaksimalkan untuk membantu proses normalisasi drainase. Instansi yang dilibatkan antara lain DLH, BPBD, Damkar, hingga Tim Hantu Banyu.
Pemkot berharap langkah bertahap tersebut mampu mengurangi genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di sejumlah kawasan perkotaan Samarinda. (*)






