Viral di TikTok, Korban Motor Hilang di Samarinda Keluhkan Lambannya Penanganan Polresta Samarinda

Aras (baju hitam) kuasa hukum Kasim, ayah dari M Nasmin, mahasiswa korban pencurian motor. (Foto ist)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Kasus dugaan pencurian sepeda motor di Samarinda menjadi perhatian setelah korban membuat surat terbuka berupa video yang diunggah dan viral di TikTok.

Seorang mahasiswa terancam putus kuliah, akibat motor yang dicuri tak kunjung kembali. Orangtuanya harus mengeluarkan biaya transportasi Rp80ribu per hari. Sedangkan kasus sudah berjalan selama 6 bulan sejak dilaporkan Desember 2025 ke Polresta Samarinda.

Bacaan Lainnya

Aras, Kuasa hukum korban, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula pada 19 November 2025 sekitar pukul 20.00 WITA di kawasan Jalan PU, Samarinda Seberang.

Ia mengatakan kliennya, Kasim, merupakan pemilik sah sepeda motor yang hilang tersebut.

“Semua bermula pada 19 November 2025 sekitar pukul 20.00 WITA di Samarinda Seberang, tepatnya di Jalan PU. Kami kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor sebagaimana surat tanda laporan tanggal 4 Desember 2025,” kata Kuasa hukum korban, Aras,Senin (12/05/2026).

Menurut Aras, motor itu sehari-hari digunakan oleh anak Kasim bernama Muhammad Nazmin untuk transportasi kuliah. Saat itu, Nazmin tinggal di rumah sepupunya di kawasan Jalan PU. Anak sepupu itu, menikah dengan seseorang berinisial G, yang kemudian menjadi terduga pelaku.

Dugaan pencurian bermula dari seseorang berinisial G yang disebut mengambil motor tanpa sepengetahuan Nasmin.

Kendaraan tersebut kemudian diduga digadaikan kepada seorang perempuan berinisial H. Akhirnya berpindah tangan lagi kepada pihak lain berinisial W.

Aras menambahkan, setelah laporan polisi dibuat, pihak berinisial W disebut sempat mengembalikan kendaraan kepada H. Tak lama kemudian, H dikatakan sempat mencoba menemui tim kuasa hukum korban untuk menawarkan perdamaian.

“Pada saat itu kami arahkan agar bersama-sama datang ke Polres Samarinda supaya prosesnya jelas dan memungkinkan dilakukan restorative justice. Akan tetapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” katanya.

Hingga hampir enam bulan berjalan, pihak keluarga mengaku belum melihat perkembangan signifikan dari proses hukum yang mereka tempuh. Kondisi itu akhirnya membuat Nazmin berinisiatif membuat surat terbuka dan video yang diunggah ke TikTok hingga viral.

“Setelah viral, tadi malam barulah pihak penyidik menghubungi kami untuk mengajak tindak lanjut terhadap perkara yang kami laporkan,” ungkap Aras.

Viralnya kasus ini memicu beragam respons dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet berharap penanganan perkara kehilangan kendaraan bermotor di Samarinda dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan kepastian hukum bagi korban. (*)

Pos terkait