Linikaltim.Id. SAMARINDA. Ketua PSSI Kota Samarinda, Muhammad Saiin, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Soekarno Cup U13 yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Turnamen ini dinilai sebagai ajang pembinaan usia dini yang terbuka dan inklusif, bahkan memungkinkan keterlibatan pemain perempuan dalam satu tim dengan laki-laki.
Muhammad Saiin menjelaskan bahwa sistem pertandingan tetap mengacu pada aturan dasar sepak bola usia dini, namun dengan beberapa penyesuaian yang ramah pembinaan.
“Pertandingan berdurasi 10 menit per laga, dan jumlah pemain dalam satu tim minimal 12 orang dan maksimal 16. Yang menarik, pergantian pemain bersifat bebas selama sesuai jumlah yang diperbolehkan,” kata Ketua PSSI Kota Samarinda, Muhammad Saiin, di Kantor PDI Perjuangan Samarinda, Selasa (24 Juni 2025).
Terkait perangkat pertandingan, Saiin menyebutkan bahwa setiap pertandingan akan dipimpin oleh tiga wasit: satu wasit utama, dua asisten wasit di sisi lapangan, serta satu wasit cadangan.
Meski jumlah total wasit yang akan diterjunkan belum dapat dipastikan, ia menegaskan bahwa semua wasit akan disesuaikan dengan kebutuhan jumlah pertandingan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari.
Yang menjadi sorotan utama dari turnamen ini adalah kebijakan inklusif terhadap peserta perempuan.
“Kami membuka peluang bagi pemain perempuan untuk ikut serta. Kalau laki-laki maksimal kelahiran 2012, maka perempuan bisa lebih tua—hingga kelahiran 2010. Dan mereka akan bertanding dalam tim campuran dengan laki-laki,” ungkapnya.
Kebijakan tersebut, menurut Saiin, merupakan bentuk kesetaraan dan dorongan terhadap partisipasi perempuan dalam dunia sepak bola.
“Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga pembentukan karakter dan semangat kebersamaan sejak usia muda,” tegasnya.
Dengan konsep pertandingan yang fleksibel namun tetap kompetitif, Soekarno Cup U13 diharapkan tidak hanya menjadi peringatan Bulan Bung Karno yang meriah, tetapi juga momentum penting dalam mencetak generasi pesepakbola muda yang tangguh dan inklusif di Kalimantan Timur.
