Linikaltim.id. SAMARINDA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus mempersiapkan diri dalam menangani sampah yang biasanya akan meningkat paska Ramadan dan Idul Fitri.
”Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa sampah akan menumpuk setelah Hari Raya,” terang Maswedi dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ditemui pada Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, Pemkot Samarinda harus mempersiapkan anggaran khusus untuk penanganan sampah. Anggara ini penting untuk menghindari kekewalahan petugas dalam menangani sampah yang menumpuk.
“Pemerintah juga harus memastikan bahwa pengangkutan sampah berjalan lancar. Tidak terganggu saat libur Hari Raya,” ujar politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, ada 78 unit armada pengangkut sampah di Samarinda. Sedangkan sopir DLH ada 102 sopir.
Produksi sampah rumah tangga di Samarinda saat Ramadan biasanya meningkat 15-20 persen. Terdiri dari sampah kemasan dan sisa makanan. Sementara pada mendekati Idul Fitri akan meningkat lagi. Peningkatannya dibarengi dengan kebiasaan berkirim bingkisan ke relasi.
Sementara itu produksi sampah harian di Samarinda saja menyentuh angka 600 ton per hari. Pemkot Samarinda sudah merencanakan pengadaan 10 insinerator (mesin pembakaran sampah) sebagai solusi cepat penanganan sampah.
Edukasi jam pembuangan sampah, serta kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan masih harus terus digencarkan. Sehingga masalah sampah di Samarinda teratasi mulai dari sumber utamanya. Pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPA masih belum dipraktikkan banyak warga. (adv)






