Linikaltim.id, LOA JANAN — Pemerintah Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai langkah awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Emastri Park, Kilometer 17, itu menjadi forum strategis bagi seluruh unsur masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan arah pembangunan desa. Kepala Desa Batuah, Abd. Rasyid, ST, memimpin langsung jalannya musyawarah yang berlangsung penuh partisipasi dan semangat kebersamaan.
“Saya ingin seluruh perangkat desa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan ada pembiaran. Kalau ada masalah, harus segera diselesaikan. Pemerintah desa harus menjadi yang paling depan hadir untuk warga,” tegas Rasyid dalam sambutannya.
Rasyid juga menyoroti posisi strategis Desa Batuah yang sebagian besar wilayahnya termasuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, hal itu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi desa untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan sektor pariwisata berbasis pertanian.
“Sekitar 60 persen wilayah Batuah berada di kawasan strategis IKN. Mau tidak mau, kita harus mempersiapkan diri melalui penguatan sektor pertanian dan pariwisata,” ujarnya.
Sekretaris Desa Batuah, Amri, memaparkan kebutuhan anggaran dan hasil rekapitulasi usulan dari 49 Rukun Tetangga (RT) di seluruh wilayah desa. Semua masukan itu akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan prioritas pembangunan tahun 2026.
Dari hasil musyawarah, disepakati bahwa program atau kegiatan pembangunan tahun 2025 yang belum terealisasi akan menjadi prioritas utama pada tahun anggaran berikutnya. Sementara usulan baru akan disusun berdasarkan urutan peringkat dari masing-masing dusun dengan menyesuaikan pagu anggaran yang tersedia.
“Musyawarah ini menegaskan pentingnya asas pemerataan di semua bidang agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh warga Batuah,” kata Amri.
Musrenbangdes tersebut dihadiri oleh berbagai lembaga dan unsur masyarakat, antara lain LPM, BUMDes, PKK, lembaga adat, Karang Taruna, Kopdes Merah Putih, serta Forum Pemuda Batuah Bersatu (FPBB). Hadir pula Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, ketua RT, tokoh masyarakat, pendamping desa, bhabinkamtibmas, babinsa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koperasi, serta kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMK.
Tak ketinggalan, perwakilan dari sembilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Batuah juga turut hadir memberikan dukungan terhadap arah pembangunan desa ke depan.
Meski sejumlah pihak, seperti anggota DPR serta UPTD Dinas Perkim dan UPTD Pendidikan, berhalangan hadir, jalannya musyawarah tetap berlangsung kondusif dan produktif.
Musrenbangdes Batuah 2026 menjadi bukti nyata bagaimana aspirasi masyarakat diolah secara terbuka dan terarah menjadi kebijakan pembangunan yang konkret. Melalui forum ini, pemerintah desa berharap mampu mewujudkan Desa Batuah yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing, sejalan dengan dinamika pembangunan di kawasan IKN. (Adv/DPMD Kukar)
