Penumpang Bandara Datah Dawai Mahulu Meningkat 71,47 Persen, Pemkab Prioritaskan Pembangunan Bandara

Sekretaris Daerah (Sekda) Mahakam Ulu (Mahulu) Stephanus Madang. (Foto : Pemkab Mahulu)

Linikaltim.id. UJOH BILANGBadan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat jumlah penumpang Banda Udara (Bandara) Datah Dawai Mahakam Ulu (Mahulu) meningkat 71,47 persen pada periode Januari-Oktober 2024, dibandingkan periode bulan yang sama pada 2023.

Selama Januari-Oktober ini, penumpang Bandara Datah Dawai mencapai 2.224 orang. Meningkat drastis jika dibanding Januari – Oktober 2023 yang hanya menyentuh angka 1.297 orang.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, pada bulan Oktober 2024 ada kenaikan 23,81 persen penumpang dibanding September 2024.

Akses transportasi yang menjadi andalan masyarakat menuju Mahulu memang masih terbatas. Walau seluruh transportasi baik darat, sungai dan udara sudah tersedia.

Ini dikarenakan kondisi geografis Mahulu yang berada di bantaran Sungai Mahakam dengan tutupan hutan yang mendominasi hampir 86 persen wilayahnya. Sehingga peningkatan akses penerbangan udara masih sangat dibutuhkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mempersiapkan pembangunan bandara baru yang dijadwalkan dimulai pada tahun anggaran 2025-2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu Stephanus Madang menjelaskan, rencana pembangunan bandara selain Bandara Datah Dawai di Mahulu telah menjadi prioritas. Pembangunan bandara baru yang terletak di Ujoh Bilang memang akan menjadi solusi untuk tantangan transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat. Terutama dalam hal distribusi barang dan jasa. Serta aksesibilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.

“Jadi Pak Bupati (Bonifasius Belawan Geh, Red.) berharap untuk tahap awal ini, paling tidak, bisa masuk pesawat jenis grand caravan. Karena itu kami sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak penyedia. Jadi mereka juga memberikan advice. Misalnya, minimal landasan sekian, kualitas standar sekian, dan ini yang sedang kita kerjakan,” kata Sekda dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Pembangunan bandara Mahulu diharapkan dapat memperluas konektivitas di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Harapannya mudah-mudahan tahun ini landasanya on the track simultan. Begitu juga dengan proses perizinan dan sebagainya, sehingga besar harapan kami tahun depan itu sudah bisa dilandasi grand caravan,” pungkasnya. (adv/pemkabmahulu/min/her)

Pos terkait