Linikaltim.id. UJOH BILANG – Pembangunan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sangat pesat di bawah kepimpinan Bupati Bonifasius Belawan Geh dan Wakil Bupati Yohanes Avun.
Dua kali periode menjabat, masa bakti 2021 – 2024 akan berakhir.
Sederet peningkatan pendidikan di Kabupaten Mahulu boleh dibilang berkembang pesat.
Bonifasius dan Yohanes mampu meningkatkan kualitas sarana maupun prasarana bidang pendidikan. Baik itu di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Padahal tantangan peningkatan pendidikan di Mahulu tidak mudah. Selain aksesibilitas yang harus terus dikejar, Mahulu juga harus berhadapan dengan kondisi alam. Misalnya pada Mei 2024 lalu Mahulu direndam banjir parah. Namun pemerintah cukup kuat menstabilkan pendidikan pasca bencana.

Data dihimpun Linikaltim.id, Sekolah-sekolah tersebar merata hingga tingkat Kecamatan.
Ada 78 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK) milik negeri dan swasta berdiri di Mahulu. Kemudian, ada 38 unit Sekolah Dasar (SD), 18 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 7 unit Sekolah Menengah Atas (SMA). Ditambah lagi 2 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sebaran sekolah-sekolah tersebut pun merata. Seluruh desa atau kampung di Mahulu memiliki PAUD atau TK, SD, SMP dan SMA. Dengan total hampir 125 institusi pendidikan telah hadir, kepemerintahan Mahulu di bawah kepemimpinan Bonifasius dan Yohanes patut diberi apresiasi.
Tidak hanya jumlah sekolah, fasilitas pendidikan juga diperhatikan selama kepemimpinan Bonifasius dan Yohanes.
Pengadaan meubeleur meliputi meja, bangku, papan tulis dan lainnya.
Sementara itu, angka partisipasi sekolah di Mahakam Ulu terus membaik setiap tahunnya di seluruh jenjang pendidikan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) rata-rata lama sekolah (RLS) 2019-2021 di angka 7 tahun. RLS meningkat di periode 2022-2024, menjadi 8,5 tahun.
Peningkatan juga terjadi dari sisi kemampuan anak didik dan bisa terlihat dalam perkembangan literasi dan numerasi yang terus semakin membaik setiap tahunnya.
Meski di tanah Mahulu belum berdiri universitas, namun Bupati Mahulu Bonifasius juga menggelontorkan sejumlah beasiswa untuk mahasiswa.
Sejak tahun 2018 lalu, Bonifasius menggulirkan Program Gerbang Cerdas Mahulu (GCM).
Bekerjasama dengan 23 perguruan tinggi negeri dan swasta,
GCM puya empat skema penyaluran beasiswa. Yaitu neasiswa kerjasama, beasiswa khusus, beasiswa umum atau stimulan dan beasiswa pertambahan. Semua terbuka untuk putra putri daerah Mahulu yang serius melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
Pemkab Mahulu bahkan membuat website khusus beasiswa ini di https://e-beasiswaku.mahulu.online/ untuk memudahkan informasi.
Bupati Bonifasius dalam beberapa kesempatan menyampaikan, pelaksanakan pendidikan berkualitas dan merata di Mahulu ini sesuai visi pemerintahan yang dipimpinnya. Yaitu membangun Mahulu untuk semua, sejahtera, dan berkeadilan.
“Misi kami juga membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana publik yang berkualitas, adil, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, memberdayakan usaha ekonomi kecil dan menengah,” katanya.(adv/pemkabmahulu/min/her)
