Linikaltim.id, SANGATTA – Jika tahun sebelumnya serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mencapai 83 persen. Pada 2024 ini, per November 2024 baru menyentuh angka 41 persen dari total anggaran senilai Rp 14 triliun.
Seperti dituturkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Rizali Hadi saat membuka Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) ke-5 Triwulan IV di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi pada Kamis (28/11/2024). Radalog digelar sebagai upaya mengevaluasi capaian kinerja dan penyerapan anggaran.
Dia mengingatkan untuk mengejar target minimal yang harus dicapai di atas 80 persen, mengacu pada capaian tahun lalu.
“Bisa dibayangkan, jika anggaran kita seperti Jakarta yang mencapai Rp 80 triliun, mati kita. Anggaran Rp 14 triliun saja seperti ini. Kinerja kita masih bertahap, mengejar target dan capaian itu. Syukur-syukur nanti bisa di atas 80 persen,” kata Rizali.
Dia pun mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih proaktif mengejar target dan memperbaiki kinerja. Agar pembangunan di Kutim berjalan optimal sesuai rencana.
Radalok dihadiri sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Kutim. Menurut Rizali, Radalok sangat penting. Sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antar SKPD. Sehingga kehadiran seluruh SKPD dalam rapat ini bersifat wajib agar proses evaluasi program berjalan efektif.
“Radalok ini adalah wadah kita semua. Jadi, ketika diundang, harus hadir,” tegasnya.
Pemkab Kutim akan terus mengintensifkan pelaksanaan Radalok sebagai upaya monitoring dan evaluasi rutin. “Dengan Radalok yang sering dilakukan, kita bisa terus memonitor kendala yang dihadapi teman-teman di SKPD. Dan mencari solusinya bersama-sama,” tuturnya. (adv/diskominfokutim/min/her)

