Wakil Ketua DPRD Kaltim Sebut Perlu Regenerasi Petani dan Database

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis (foto: Amin/linikaltim.id)

Linikaltim.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis mengemukakan regenerasi petani perlu dilakukan. Demi mewujudkan kemajuan pertanian di Kaltim.

Apalagi selama ini Kaltim masih bergantung pada hasil pertanian dari daerah lain, seperti Jawa dan Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Fenomena saat ini petani di Indonesia, termasuk Kaltim, masih didominasi kelompok usia tua. Lebih dari 70 persen petani berusia di atas 43 tahun.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut, mempersiapkan regenerasi petani sejak dini petani sangat diperlukan.

Nanda berharap pemerintah bekerjasama dengan generasi milenial dan gen Z untuk regenerasi petani. Melalui berbagai terobosan dengan membuat program pertanian yang efektif dan potensial.

“Harus ada program bagi petani milenial dan gen Z yang kekinian. Kita (pemerintah) harus menciptakannya,” ujar Ananda belum lama ini.

Nanda mengatakan, dunia pertanian membutuhkan generasi Milenial dan Gen Z yang memiliki kreativitas tinggi. Serta mampu menangkap peluang ekspor produk pertanian dan bisnis digital.

Haparannya, pemerintah memberikan wadah bagi mereka. Sehingga ide dan inovasi anak muda dapat didukung dan diterapkan. Untuk kemajuan dan peningkatan produktivitas pertanian di Kaltim.

Tak lupa, Nanda mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan atau memperbarui database pertanian.  Ini penting untuk melihat peluang bisnis di sektor pertanian. Menghindarkan petani mengalami rugi besar.

Kendala saat ini soal harga. Kata Nanda, warga kapok bertani karena kerap menghadapi persoalan harga jual yang anjlok.

Belum lagi, mereka harus dihadapkan pada masalah lain. Seperti gagal panen akibat hama, banjir dan panas berkepanjangan.

“Ketika semua (petani) tanam bayam. Begitu panen, stok bayam banyak, harga malah turun. Ayam pun jadi makan bayam,” ujar Nanda.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, menurut Nanda, database pertanian bisa dengan mudah dibuat. Lewat citra satelit bisa ditemukan luasan lahan pertanian dan kondisi kesuburan tanah pertanian di Kaltim.

Ia mengajak pemerintah untuk tiap Kabupaten/Kota di Kaltim membuat database pertanian. “Satelit bisa nembak dari atas, berapa luasan pertanian. Top soilnya bagaimana. Jadi, kita buat dulu database pertanian,” tuturnya. (adv/dprdkaltim/min) 

Pos terkait