Celni Pita Sari : Remaja Punya Energi Besar, Beri Ruang Ekspresi Positif

Celni Pita Sari - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda. (Foto : instgram Celni Pita Sari).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menangani persoalan kenakalan remaja generasi muda Kota Tepian.

“Remaja itu punya energi besar. Kalau diarahkan ke jalur yang positif, mereka bukan hanya terhindar dari hal-hal negatif, tapi juga bisa menjadi aset besar bagi masa depan kota ini,” terang diwawancarai Senin (28/7/2025).

Bacaan Lainnya

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengatakan, pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya dengan aturan. Tetapi harus dibarengi dengan pemberian ruang dan kegiatan positif yang membangun karakter serta potensi anak muda.

“DPRD bersama OPD seperti Dinas Pendidikan, DPPPA, Dispora, dan Dinsos telah bekerja sama dalam dua arah penting yaitu pencegahan dan pembinaan,” ujarnya

Di ranah pencegahan, lanjut Celni, pihaknya mendorong beberapa langkah. Mulai dari edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas, penerapan jam malam, penguatan pendidikan karakter, hingga pemanfaatan teknologi. Salah satunya pengawasan berupa pemasangan CCTV di area sekolah.

Sementara di sisi pembinaan, OPD diarahkan untuk menciptakan kegiatan alternatif bagi remaja. Semisal pembentukan komunitas dan klub hobi yang dikelola secara kreatif dan inklusif.

“Bagi saya, mencegah kenakalan remaja itu bukan hanya soal membatasi mereka, tapi juga memberi pilihan aktivitas yang membangun rasa percaya diri dan menggali potensi,” ujar mantan Manajer  Futsal Indonesia U20 ini.

Celni yakin program yang dia jabarkan sebaiknya tidak hanya muncul sebagai respons atas kasus tertentu. Tetali menjadi program rutin yang hadir hingga ke tingkat sekolah, kelurahan, bahkan komunitas kecil.

Menanggapi permasalahan pergaulan bebas dan penyimpangan sosial lainnya, Celni menyebut pendekatan edukatif harus disesuaikan dengan usia dan realitas anak muda.

Menurutnya, pendidikan karakter yang dikombinasikan dengan peran aktif orang tua serta penyediaan ruang aman dan positif merupakan kunci untuk meredam tren negatif di kalangan remaja.

“Kita bisa mengurangi risiko kenakalan dan pergaulan bebas melalui seminar, konten digital yang edukatif, dan kegiatan berbasis komunitas. Bukan dengan menakut-nakuti, tapi memberi mereka arah, wadah, dan pendampingan,” tegasnya.

Dirinya pun berharap, sinergi lintas lembaga ini makin diperkuat. Bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dalam pelaksanaan program-program konkret. (adv/dprdsmr)

Pos terkait