Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Yakob Pangedongan menegaskan pencegahan stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada ibu. Melainkan keterlibatan aktif kedua orang tua sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh besar.
Yakob mengatakan, stunting merupakan persoalan mendasar yang akan menentukan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Stunting ini harus dipersiapkan dan dikelola sejak anak masih dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh besar. Kalau persoalan ini dibiarkan, target Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai,” kata Yakob di Posyandu Berkat Do’a Ibu, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (09/09/2026).
Pencegahan stunting dikenal dengan Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Yaitu adalah periode emas yang dihitung sejak hari pertama pembuahan dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia tepat 2 tahun atau 730 hari setelah lahir.
Yakob pun menyoroti pentingnya peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ia berharap peran ayah turut serta dalam memantau kesehatan, gizi, dan perkembangan anaknya.
“Peran ayah sama pentingnya dengan ibu. Jangan hanya mencari nafkah, tetapi juga ikut mengurus tumbuh kembang anak. Pencegahan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama di dalam keluarga,” tegasnya.
Kader partai Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengapresiasi peluncuran Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Posyandu Berkat Do’a Ibu, Loa Buah, awak September 2026 lalu.
Dia berharap program ini menjadi satu kesatuan dalam pencegahan stunting. Menjadi bagian upaya pemerintah mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. (eko/adv/dprdmsr)



