Anggota DPRD Samarinda Adnan Faridhan Salurkan Bantuan, Makanan Saja Tak Cukup, Warga Butuh Obat-obatan

Adnan Faridhan (celana cokelat) saat memberikan bantuan kepada korban banjir. (Foto : istimewa).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Banjir di kawasan Loa Janan tak kunjung surut memaksa warga hidup dalam kondisi serba terbatas. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Adnan Faridhan, turun ke lokasi terdampak banjr di Jalan Barito, Loa Janan, pada Selasa (13/5).

Dalam aksi kemanusiaannya, Adnan menyalurkan bantuan berupa 200 dus mi instan, 200 dus air mineral, serta 200 box makanan siap konsumsi untuk warga.

Bacaan Lainnya

“Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Kita ingin hadir dan membantu secara nyata,” kata Adnan diwawancarai Rabu (15/5/2025).

Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menilai bahwa bantuan pangan saja tidak cukup. Ia menyoroti pentingnya kebutuhan kesehatan, terutama obat-obatan dan perlindungan dari penyakit kulit serta serangga.

“Warga sangat butuh obat-obatan sekarang, termasuk obat gatal, autan, dan obat nyamuk. Saya mengajak siapa pun yang ingin berdonasi, utamakan bantuan dalam bentuk itu,” katanya.

Kondisi di Gang Barito 3 dan 4 disebut sebagai titik yang paling parah. Ketinggian air di lokasi tersebut bahkan mencapai dada hingga leher orang dewasa. Meski demikian, banyak warga yang masih memilih bertahan di rumah.

“Mungkin karena khawatir barang-barangnya hilang, jadi mereka bertahan. Tapi ini harus jadi perhatian semua pihak. Perlu ada pendekatan proaktif, jangan menunggu mereka keluar, kita yang datang,” tegasnya.

Distribusi bantuan, lanjut Adnan, difokuskan di Kelurahan Simpang III. Ia mengapresiasi kesiapan Lurah setempat yang bersedia menyalurkan bantuan melalui dapur umum untuk memastikan bantuan merata.

“Karena kondisi akses yang terbatas, kami putuskan untuk menyerahkan bantuan ke pihak kelurahan. Koordinasi dengan Pak Lurah berjalan baik, dan beliau siap menyalurkan ke warga terdampak,” pungkas Adnan.

Aksi ini menjadi cermin bahwa kolaborasi antara legislatif dan masyarakat masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi bencana yang tak bisa diprediksi seperti banjir. (adv)

Pos terkait