Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Samarinda (DPRD) Samarinda, Andriansyah tak surut semangat dalam turut serta penguatan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan Samarinda.
Politikus Partai Demokrat itu memaparkan, idealnya setiap kelurahan memiliki bank sampah yang aktif dan terkelola dengan baik. Sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.
Menurutnya, keberadaan bank sampah bukan lagi program tambahan, melainkan kebutuhan dasar di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga.
“Kita tidak bicara banyak-banyak. Minimal setiap kelurahan ada bank sampah,” kata Andriansyah diwawancarai di DPRD Samarinda, Selasa (18/11/2025).
Ia menilai bank sampah berbasis listrik akan jauh lebih efisien dalam operasional. Dengan sistem yang lebih modern, kelurahan tidak akan terbebani biaya operasional manual yang biasanya memakan tenaga dan waktu lebih besar.
“Bank sampah listrik operasionalnya lebih ringan. Tidak membebani kelurahan yang dibantu,” jelasnya.
Meski demikian, Andriansyah mengaku berharap lebih jauh. Ia ingin setiap RT dapat memiliki bank sampah sendiri agar proses pengurangan sampah bisa dilakukan dari unit terkecil masyarakat. Namun, ia menyadari kondisi saat ini belum memungkinkan.
Apalagi saat ini kondisi fiskal daerah mengahadapi tantangan dalam pengetatan anggaran di hampir semua sektor.
Pemotongan transfer dari Pemerintah Pusat disebutnya sangat berdampak pada kebijakan pembangunan daerah, termasuk program lingkungan.
“Pemotongan TKD cukup mempengaruhi rencana-rencana pembangunan. Ini yang sedang dubahas bersama,” tambahnya.
Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa program penguatan bank sampah dapat diwujudkan secara bertahap.
Andriyansah berharap pemerintah dan DPRD bisa menemukan skema yang tepat agar setiap kelurahan dan RT perlahan dapat memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
“Yang penting semangatnya dulu. Kalau sudah ada sistemnya, tinggal kami dorong bertahap sesuai kemampuan anggaran,” pungkasnya. (adv/dprdsmr)





