Anggota DPRD Samarinda Harminsyah Dorong Implementasi Aturan Jam Malam

Foto ilustrasi by Canva. /// Aturan jam malam bagi anak dan remaja di Samarinda perlu diperketat, agar tidak menimbulkan masalah sosial.

Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Harminsyah, melihat maraknya anak-anak dan remaja berkeliaran hingga larut malam di kawasan Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Saat serap aspirasi, Harminsyah mengatakan, isu mengenai keamanan anak menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dari darah pemilihannya (dapil).

Bacaan Lainnya

“Di simpang lampu merah (SMA) Melati dan Rapak Dalam itu, jam sembilan sampai jam sepuluh malam masih banyak anak-anak muda berkeliaran. Ini berpotensi menimbulkan masalah sosial,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).

Ia menilai perlunya ketegasan pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan penegakan aturan terkait pembatasan aktivitas anak pada malam hari.

Menurutnya, regulasi sebenarnya sudah ada, namun implementasinya perlu diperkuat.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Harminsyah.

“Sebenarnya aturan itu sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah mempertegas dan menegakkannya? Pengawasan itu yang paling utama,” tegasnya.

Harminsyah memastikan aspirasi tersebut akan ia kawal secara serius dalam pembahasan di DPRD. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap anak dan remaja harus menjadi perhatian bersama. Terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan sosial lebih tinggi.

Sejalan dengan itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, juga menyatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji penerapan jam malam bagi pelajar.

Menurutnya, semakin banyak remaja yang berkumpul hingga larut malam tanpa pengawasan, semakin besar potensi munculnya perilaku menyimpang.

“Belum mengarah pada penerapan jam malam secara langsung karena belum masuk kategori darurat, tetapi ini akan dikaji agar ada langkah antisipasi,” kata Novan.

Ia menambahkan, lingkungan sosial yang kurang sehat berkontribusi pada meningkatnya berbagai kasus yang melibatkan anak muda di Samarinda. Karena itu, langkah pencegahan perlu ditempuh sejak dini. (adv/dprdsmr)

Pos terkait