Desa Muara Wis Raih Penghargaan Nasional dari Mendes PDTT atas Keberhasilan Tekan Stunting

Penghargaan peringkat ketiga Regional Tengah dalam Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2025 diserahkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., kepada Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, S.Pd., pada seremoni resmi di Jakarta, Senin (6/10/2025). Foto oleh Pemdes Muara Wis

Linikaltim.id. TANGGERANG- Desa Muara Wis di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa ini berhasil meraih peringkat ketiga Regional Tengah dalam Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., kepada Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, S.Pd., pada seremoni resmi di Yasmin Hotel Karawaci Tanggerang Banten, Rabu (8/10/2025). Acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan tahunan Kementerian Desa PDTT yang menilai dan mengapresiasi kinerja desa-desa dalam menjalankan program prioritas nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam ajang itu, sebanyak 15 kepala desa dari seluruh Indonesia menerima penghargaan sebagai “Desa Berkinerja Baik” dari total 75.753 desa yang dinilai. Mereka dinilai berhasil menjalankan program konvergensi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting secara signifikan di wilayah masing-masing.

“Desa yang mendapat penghargaan ini akan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia. Saya juga mengapresiasi kader pembangunan manusia yang telah bekerja tanpa lelah mendampingi masyarakat,” ujar Yandri Susanto.

Ia menambahkan, keberhasilan menekan stunting tidak terlepas dari dedikasi kader pembangunan manusia di tingkat desa. “Saya yakin mereka bekerja siang dan malam dengan tulus dan ikhlas, sehingga melahirkan desa-desa yang peduli terhadap stunting,” ucapnya.

Desa Muara Wis dinilai berhasil mengintegrasikan berbagai layanan dasar seperti kesehatan, gizi, sanitasi, dan pendidikan ke dalam satu sistem pelayanan terpadu yang berfokus pada keluarga berisiko stunting. Pendekatan ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperkuat konvergensi program pencegahan stunting di tingkat akar rumput.

Sejak awal tahun 2024, Pemerintah Desa Muara Wis membentuk Tim Konvergensi Stunting yang melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Tim ini melakukan pendataan keluarga berisiko, edukasi gizi bagi ibu dan anak, peningkatan akses air bersih, serta memastikan balita mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin.

Selain itu, desa ini juga meluncurkan sejumlah inovasi lokal, seperti “Pos Gizi Terpadu” dan “Gerakan Ayah Peduli Stunting”, yang dinilai menjadi terobosan efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat. Pencapaian keberhasilan menurunkan stunting ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu membawa perubahan nyata.

Dengan keberhasilan ini, Desa Muara Wis diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan memperkuat komitmen bersama dalam menekan angka stunting sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul. (Adv/DPMD Kukar)

Pos terkait