Dukung IKN, Mahakam Ulu Tak Putus Komunikasikan Jalan Trans Kalimantan

BUKA JALAN : Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh terbukti banyak bekerja dalam berbagai percepatan infrastruktur. Mulai dari jalan, jembatan, sekolah, hingga rumah sakit. (Foto : Pemkab Mahulu)

Linikaltim.id. UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) rutin berkomunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk terus mendorong kualitas dan kuantitas panjang jalan trans Kalimantan.

Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di tanah Kalimantan merangsang kemajuan pembangunan kabupaten/kota sekitarnya. Termasuk Mahulu.

Bacaan Lainnya

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh dan Wakil Bupati Yohanes Avun terus berupaya menyelesaikan ruas jalan provinsi dan jalan nasional yang terhubung ke Batas Negara. Termasuk merealisasikan jalan trans Kalimantan.

Jalan sepanjang 406,26 kilometer mulai dari batas Kutai Barat (Kubar) hingga Long Apari telah masuk dalam rencana pengembangan jalan Trans Kalimantan.

 

Ilustrasi jalur jalan darat di Kalimantan.

Di Mahulu, jalan ini terbagi empat ruas. Yaitu Tering atau Batas Kutai Barat – Long Bagun 142,37 kilometer, ruas jalan Tiong Ohang – Long Pahangai 103,55 kilometer, dan ruas batas Kalimantan Barat – Tiong Ohang 69,65 kilometer.

Bila Jalan Trans Kalimantan tersebut terealisasi, posisi Mahakam Ulu menjadi strategis. Karena jalan ini bakal menghubungkan seluruh provinsi, dari Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara)

Terutama membuka jalur transportasi darat dari Kalbar atau Kalteng menuju ke IKN di Kaltim.

“Jadi tidak perlu lagi mutar, bisa mendekatkan jarak ke IKN,” kata Bupati Mahulu Bonifasius.

Dampak ekonominya tak main-main untuk Kalimantan. Jalan Trans Kalimantan ini memiliki peran geostrategis, geopolitk dan geoekonomi. Sehingga Pemkab Mahulu serius memerhatikan pembangunannya. 

Selain mendorong percepatan pembangunan jalan poros dari batas Kutai Barat hingga batas Negara di Kecamatan Long Apari, Pemkab Mahulu juga sudah sibuk merogoh kocek untuk dana proyek yang menjadi ranah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mahulu. Salah satu yang krusial adalah dana untuk pembebasan lahan dan pembangunan beberapa jembatan.

Pemkab Mahulu hanya butuh 2 tahun  menyelesaikan Jembatan Long Melaham, Jembatan Sungai Ratah menggunakan APBD.

Hanya butuh 1 tahun mampu menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Permanen Long Pahangai – Datah Suling dan kampung sekitarnya. Semuanya diselesaikan dengan kualitas yang baik.

Selanjutnya, juga menyelesaikan dan membangun Jembatan Gantung Sungai Parig Tri Parig Makmur – Matalibag. Membangun Jembatan Gantung Permanen Delang Kerohong – Long Pakag Barub- Long Kuling dan Jembatan Paralel Perbatasan.

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh telah meminta kepada pemerintah provinsi dan pusat dalam menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang telah direncanakan, seperti jembatan di Long Gelawang, yang belum selesai.

“Setiap tahun kita mengusulkan dan komunikasikan, dan kita jelaskan kebutuhan pembangunan. Tapi masih banyak kendala di lapangan,” ujar Bonifasius dalam sebuah kesempatan. 

Dikatakan Bupati Bonifasius, Pemkab Mahulu telah rutin mengajukan permintaan peningkatan aksesibilitas ke Pemprov Kaltim dan pusat dengan menyertakan fakta dan dokumentasi lapangan sebagai pendukung.  Baik untuk jalan, bandara, maupun infrastruktur.

Bonifasius juga berharap agar koordinasi antarpemerintah daerah, provinsi, dan pusat dapat ditingkatkan sehingga kebutuhan infrastruktur di Mahulu dapat segera terpenuhi.(adv/pemkabmahulu/min/her)

Pos terkait